Sebuah ultimatum

1166 Kata

“Kamu sudah siap? Ayo berangkat,” ucap David yang berdiri di halaman rumah Sonya sambil menggendong Reyna begitu melihat Sonya keluar dari dalam rumahnya dengan berpakaian dinasnya. Sonya menganggukkan kepalanya pelan sambil memakai sepatunya kemudian mengambil Reyna dari gendongan David. “Mama berangkat kerja dulu ya, Sayang. Baik-baik sama Mbak Nur di rumah ya.” Sonya mengecup lembut kening putrinya itu. David dan Sonya berjalan masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi menuju ke rumah sakit. “Kamu masih marah, Sayang?” tanya David sambil melihat ke arah Sonya. Sonya melihat ke arah David sekilas kemudian melanjutkan kegiatannya mengambil sesuatu dari dalam tasnya. “Gak. Kenapa harus marah?” jawab Sonya tanpa melihat ke arah David. David tersenyum melihat Sonya kemudian kembali foku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN