David menghelakan napasnya. Kedua tangannya mengusap kasar wajahnya. Sekian detik kemudian di sandarkannya kepalanya di kemudi mobilnya. “Kenapa jadi begini?” ucap David dalam tangkupan tangannya. David menarik kembali wajahnya yang kini telah basah karena buliran bening yang keluar dari kedua manik hitamnya. Pilihan sulit yang tidak seharusnya tidak menjadi pilihan. David mengepalkan kuat kedua tangannya. Bukan ini yang seharusnya terjadi. David berusaha menenangkan dirinya selama yang dia butuh di dalam mobilnya sebelum kembali pulang. Dia tidak ingin Sonya menyadari apa yang sedang bergumul dalam pikiran dan hatinya saat ini. Setelah lumayan tenang, David mulai mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya. Sepanjang jalan, pikirannya terus melayang pada setiap ucapan yang tadi di dengar

