“Besok kita ke pameran itu ya. Kamu tahu, Sonya? Reyna sangat senang begitu aku menceritakan tentang lukisannya yang akan di pamerkan,” ucap David sambil tersenyum semangat. Sonya tersenyum singkat sambil membereskan alat-alat medis yang telah dicucinya begitu praktek hari ini selesai. “Pamerannya mulai jam sembilan pagi. Kita bisa berangkat jam setengah sembilan ssaja biar gak buru-buru.” David berdiri dari kursi kerjanya dan berjalan mendekati Sonya. “Sini biar aku saja yang memasukkannya ke dalam sterilisator.” David mengambil amat-alat medis yang sudah di cuci bersih oleh Sonya dan menghidupkan sterilisator. “Sepertinya kamu begitu sibuk beberapa hari ini. Semalam kamu pulang jam berapa?” tanya Sonya sambil berdiri melihat ke arah David. “Jam berapa ya? Aku tidak begitu ingat,” ja

