Beberapa hari kemudian, ritual siraman Bagas akan segera dimulai dan Nyi Roro kepala Abdi Dalem bagian rumah tangga sudah berdiri di sana, mengawasi setiap gerak-gerik Gendis seolah dia adalah seekor tikus yang siap menodai upacara suci. “Pastikan semuanya berjalan dengan baik, Gendis. Jangan ada kesalahan sedikit pun,” ujar Nyi Roro. “Nggih, Nyi Roro,” bisik Gendis lirih sambil menunduk dalam, tangannya gemetar meraih sebuah kendi perak berukir rumit. Gadis itu berusaha keras agar suaranya tidak bergetar sementara semua abdi dalem yang lain tampak sibuk hilir mudik menyiapkan sesajen dan perlengkapan ritual, mereka mengabaikan percakapan singkat itu. Namun, Gendis tahu, mata-mata Ndalem Suryawinata selalu ada di mana-mana. “Pastikan air siraman itu murni, Gendis,” Nyi Roro menambahka

