BAB 33 - SUMPAH DARAH

1340 Kata

“Aku tahu, pernikahan dengan Lintang akan menyelamatkan Ndalem Suryawinata.” Bagas melanjutkan, suaranya kini ditujukan kepada semua orang di ruangan itu. “Aku tahu, aku harus menanggung kasta ini agar Pusaka ini tetap bersinar. Itu adalah tanggung jawab yang sudah aku terima sejak aku lahir.” Bagas mencondongkan tubuhnya, berusaha mendekat ke arah Gendis meskipun penjaga menahannya. “Tapi aku sudah melihat masa depan yang lain, Gendis. Masa depan di mana aku harus menikahi Lintang, menjaga Pusaka, dan hidup dalam kehampaan, seolah jiwaku telah mati,” ujar Bagas, kedua bola matanya tampak berkaca-kaca. “Aku lebih memilih hidup sebagai rakyat biasa, tanpa gelar, tanpa uang, tanpa Ndalem Suryawinata, asalkan aku bisa bersamamu dan anak kita.” Gusti Endah terhuyung mundur. “Bagas! Kamu n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN