BAB 34 - KEHILANGAN WARNA

1605 Kata

Bagas segera bangkit dari ranjang, dia tidak bisa tinggal di sini. Keheningan kamarnya terasa mencekik, dan setiap sudut ruangan seolah dipenuhi mata leluhur yang menghakiminya. Dia butuh Gendis, bukan untuk cinta atau gairah nafsu yang biasa mereka lakukan. Laki-laki bangsawan itu butuh Gendis sebagai jangkar ke dunia nyata, ke dunia yang tidak dikutuk kasta. Gadis itu adalah satu-satunya yang bisa merias realitasnya. Bagas segera membuka pintu kamar dengan kunci duplikat pemberian Gendis kemarin, di ujung lorong ada dua penjaga yang tampak berjaga di sana. Dengan sedikit bernegosiasi dan memberikan suap koin emas, kedua penjaga itu akhirnya membiarkan Bagas keluar dari kamarnya. Bergegas pria itu berjalan menyusuri koridor yang gelap, berhati-hati agar tidak membuat suara dibantu ole

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN