Beberapa hari berikutnya adalah neraka bagi Gendis. Gadis itu merasakan tatapan Karto mengikutinya kemanapun dia pergi. Karto, dengan seragam abdi dalem berwarna gelap dan tatapan mata elangnya, selalu memantau gerakan Gendis di setiap sudut, mulai dari dapur, pendopo, bahkan di taman belakang saat dia sedang menyapu. Karto tidak pernah bicara dengannya, hanya melintas, sesekali melempar pandangan sekilas yang penuh kecurigaan. Gendis berusaha keras untuk bertindak seolah tidak terjadi apa-apa, fokus pada pekerjaannya, menundukkan kepala, menghindari kontak mata dengan siapa pun, terutama dengan Bagas. Dia bahkan tidak berani lagi sekadar melirik ke arah Bagas saat pemuda itu lewat. Gendis tahu kalau Bagas mencarinya. Beberapa kali, dia bisa merasakan kehadiran bangsawan ningrat itu di

