BAB 36 - MELARIKAN DIRI

1730 Kata

“TIDAK! KUTUKAN ITU AKAN MEMBUNUHMU, BAGAS! KAMU TIDAK AKAN LOLOS!” Gusti Endah menjerit. Bagas melepaskan pagutannya di bibir Gendis, dia menatap ibunya dengan tatapan dingin. “Aku nggak peduli lagi dengan kutukan, Bu,” Bagas mendesis lalu menoleh ke arah Gendis. “Gendis,” ujar Bagas, suaranya penuh tekad yang menakutkan, “Ibuku bilang kalau sentuhanmu adalah racun yang mematikan? Racun itu sudah menjalar di nadiku dan sekarang, aku akan merias takdirku sendiri.” Bagas melihat ke arah Karto, yang kini mencoba meraih kerisnya yang tergeletak di lantai. “Karto! Kamu ingin darah, ‘kan? Aku akan memberimu darah!” Bagas segera meraih keris Karto yang tergeletak di lantai, dan dengan gerakan yang cepat dan brutal, laki-laki itu mengiris telapak tangannya sendiri. Darah bangsawan pun menga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN