Ezra memandangi Aisyah, gadis itu memang tampak sangat cantik. Tetapi, Ezra merindukan rambut panjang Aisyah, yang tidak bisa ia lihat lagi.
“Kamu nggak ngerasa panas? atau mungkin kepalamu terasa berat?” tanya Ezra lagi.
Aisyah berpikir sejenak, “Pasti panas, banget malah. Apalagi kalau cuaca panas, tapi sekarang lagi musim dingin. Jadi, sepertinya tidak masalah sama sekali.”
“Benarkah? Memangnya fungsi jilbab itu sebenarnya buat apa? apa termasuk dalam pakaian? Tapi kenapa hanya orang tertentu saja yang memakainya, seperti kamu sebelum ini, tidak memakainya?”
Aisyah mengedipkan matanya cepat, Ezra terlihat sangat tertarik untuk mengetahui seluk beluk tentang agama Islam. Apakah Ezra tertarik untuk masuk islam? Wallahuallam, hanya Ezra yang tahu nanti. Aisyah tidak bisa menebaknya tetapi ia berharap Ezra masuk islam.
Aisyah berharap seperti itu bukan karena ia ingin menjadi kekasih Ezra atau semacamnya. Tetapi, orang yang sebelumnya bukan beragama islam dan akhirnya masuk islam adalah orang yang mendapatkan hidayah langsung dari Allah, apapun alasan di baliknya.
“Jilbab termasuk hal yang wajib dikenakan oleh orang muslim, selain orang muslim tentunya mereka tidak mengenakannya. Aku mengenakan jilbab untuk menutup aurat. Aurat itu bagian yang tersembunyi dari anggota tubuh seseorang yang tertutup atau semua anggota tubuh yang dilarang oleh Allah untuk membukanya di depan orang yang tidak diperkenankan untuk melihatnya, kecuali orang-orang yang telah dikecualikan, sesuai dengan aturan.”
“…aurat seorang perempuan muslimah adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Tapi, ada sebagian orang juga menutupi wajahnya dan hanya memperlihatkan mata. Untuk itu, pilihan dari masing-masing individu.”
Menurut sebuah Hadist yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda ‘Wanita adalah aurat, manakala ia keluar dari rumah, maka setan akan menyambutnya (membuatnya indah dalam pandangan laki-laki) HR At Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah dan Ath Thabrani.
Mereka terdiam sebentar, Aisyah memesan cemilan untuk dimakan dan satu lagi jus alpukat. Ia sangat haus setelah berbicara cukup panjang kepada Ezra. Mereka menikmati cemilan itu dalam diam, saling memdandang satu sama lain lalu mengalihkan pandangan dengan senyum terukir di bibir.
“Apakah ada juga aturan berpakaian untuk laki-laki?”
Aisyah menggangguk, “Tentu saja ada, Za. Cuma untuk laki-laki tidak sama seperti perempuan karena agama Islam sangat jelas mengatur setiap umatnya untuk memperhatikan cara berpakaian.”
Aisyah mengeluarkan Al-Qur’an yang sekarang ia bawa kemana-mana. Al-Qur’an itu kecil dan muat di dalam tas. Aisyah membaca surah ayat 26. Aisyah membaca taaawuz lalu bismillah.
Ezra terpaku ketika mendengar suara Aisyah, suara gadis itu seperti candu masuk ke telinganya. Bukan hanya suara Aisyah tapi apa yang gadis itu baca membuatnya sangat-sangat tertarik.
Artinya: Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
“Batasan untuk aurat laki-laki adalah antara pusar hingga lutut. Jadi, paha laki-laki termasuk aurat yang tidak boleh ditampakkan dan dilihat oleh seorang wanita. Jadi, untuk laki-laki. Bisa keluar dengan bebas hanya menggunakan celana, dengan syarat pusarnya atau bagian perut itu harus tertutupi dan tidak boleh kelihatan.”
Sebenarnya masih bayak ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang aurat tetapi Aisyah hanya membaca satu ayat. Ia kembali menyimpan Al-Qur’an itu di dalam tas, mendongak menatap Ezra.
‘Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman. QS. Al-A’raf 27’
Dari ayat itu menjelaskan bahwa tipu daya dari setan yang membuat seseorang tanpa malu membuka auratnya di hadapan manusia. Maka bagi seorang muslim janganlah terjebak oleh tipu daya setan. Apalagi hanya untuk menyenangkan lawan jenis yang akibatnya akan berkali-kali lipat di hari akhir nanti. Astagifirullah…semoga kita dijauhkan dari hal-hal seperti itu dan selau dalam lindungan Allah SWT.
“Ini menarik, sungguh sangat menarik.” Ucap Ezra. “Aku masih punya banyak pertanyaan, Ay… aku harap kamu bisa menjawabnya.”
Aisyah menggeleng, “Untuk sekarang, biarkan aku yang bertanya. Kenapa kamu dulu mengira aku adalah seorang teroris? Apa kamu punya pengalaman tidak bagus dengan mereka?”
“Ah, maafkan aku soal waktu itu. sebenarnya, bukan aku. Tetapi, sahabat dekatku yang punya peristiwa tidak mengenakkan dengan mereka. Dia memberitahuku tentang orang-orang muslim merupakan seorang teroris yang membunuh siapapun yang tidak mau bergabung dengan akan dibunuh atau seperti kejadian teroris di negara-negara maju.”
Aisyah mengucapkan istigfar dalam hati berkali-kali, “Sebenarnya, apa yang diucapkan oleh sahabat kamu itu salah, Za. Orang-orang itu bukanlah orang islam yang sesungguhnya, mereka mengatakan diri mereka berjihad di jalan Allah. Tetapi sebenarnya itu sangat salah karena islam sangat mencintai perdamaian dan pembunuhan dalam islam sangat jelas di larang. Ajaran agama islam yang selalu menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan menghargai antar umat manusia. islampun tidak pernah mengajarkan kepada umatnya berlaku kasar terhadap orang lain walaupun dia seorang kafir.”
“…wallahuallam, apakah meereka sebenarnya sudah tercuci otaknya oleh doktrin seperti itu atau memang mereka percaya dengan jalan seperti itu mereka akan mati syahid. Padahal tidak, pembunuhan sama sekali tidak akan dibenarkan.” Terang Aisyah.
Ezra mengangguk pelan, ia tidak serta merta langsung menerima pendapat Aisyah. Ucapan Aisyah barusan akan ia ingat dan akan mencari lebih banyak informasi untuk mengetahu yang mana sebenarnya yang benar.
“Menurutmu kenapa mereka membunuh?” itu adalah pertanyaan paling random yang di ajukan oleh Ezra.
Ia sangat senang bertukar pikiran dengan Aisyah, seolah wawasannya betambah karena Aisyah memiliki pandangan yang berbeda dengannya. Ketika mereka berbicara, Ezra dapat mengambil hal-hal yang menurutnya benar dan diam-diam mengagumi gadis itu.
Aisyah mengangkat bahu, “Entah, hanya mereka yang tahu, Za. Mungkin ada hubungannya dengan pengaruh politik atau semacamnya. Kalau kamu penasaran, bisa tanya langsung sama mereka.”
“Jangan sembarangan bicara, Ay. Aku tidak mungkin melakukannya, bisa-bisa di tembak mati.” Tolak Ezra cepat.
Aisyah tertawa pelan, “Kamu, sih. Tapi, Za. Jangan salahkan temanmu karena membenci mereka yang menganggap umat islam sebagai teroris. Karena baik kamu ataupun aku tidak pernah ada di posisi teman kamu, kita tidak akan pernah merasakan bagaimana melihat saudara sendiri meninggal di tangan mereka. Itu pilihannya dan kita tidak bisa menyalahkannya dan memberitahu jika yang ia pikir adalah salah.”
Kali ini, Ezra menyetujui ucapan Aisyah. Ia memang tidak bermaksud untuk memberitahu tentang hal ini kepada Jeff. Jika ucapannya salah, bisa-bisa pertemana mereka yang sudah bertahun-tahun hancur hanya karena pendapat dan kalimatnya.
“Aku jadi kepikiran, mungkin orang yang melakukan itu memiliki iman yang kuat, Za. Tapi, apa yang mereka pelajari selama ini salah. Mereka diberi paham yang seolah-olah itu benar, ya sama saja saperti yang kukatakan tadi. Mereka di cuci otaknya, untuk melakukan perbuatan yang sesuai diinginkan oleh orang yang memimpin mereka sebagai kebenaran, membuat seolah-olah perintah itu adalah perintah dari Allah. Di zaman sekarang ini, sudah banyak orang yang membuat aliran sendiri yang mengaku sebagai islam tapi apa yang mereka kerjakan sangat jauh dari ajaran islam dan Nabi kami. Mereka membuat ajaran baru yang membolehkan untuk saling membunuh, baik itu kepada non muslim atau orang muslim itu sendiri. Nah, seperti yang kukatakan tadi, itu sama sekali bukan ajaran islam.”
Aisyah mengingat, pernah membaca sebuah artiel yang di tulis oleh seseorang. Barang siapa, yang mempelajari sebuah ajaran yang di dalamnya tidak berlandaskan Al-Qur’an ataupun hadist oleh Rasulullah, maka ia akan terjatuh dalam kubangan penuh dengan setan. Itu karena apa yang ia pelajari semua salah, maka akhirnya akan menemukan jalan buntu.
“Lalu bagaimana dengan ISIS?” tanya Ezra.
Aisyah menarik napas lalu mengehmbuskannya dengan tenang, pertanyaan Ezra semakin lama semakin berat. Ia bukanlah seorang terpelajar yang sudah sangat paham dengan agama, Aisyah juga masih belajar, pengetahuannya sekarang karena sejak memutuskan untuk berubah, ia lebih banyak membaca.
“Sama aja, toh mereka sama-sama membunuh orang atau mengancam orang. Walaupun dentegan tujuan yang baik? Sama saja itu kejahatan, aku pernah membaca sebuah kutipan yang mengatakan ada seorang wanita yang sudah lama bekerja di blue film itu memutuskan untuk pensiun karena di teror oleh ISIS. Itu adalah salah satu contoh kebaikan tapi dengan jalan yang salah. Mereka juga membunuh, jaringa ISIS telah tersebar di seluruh dunia, ajarannya tidak benar. Salah satu kasus banyak yang muncul adalah bom bunuh diri. See? Sudah berapa kasus yang terjadi akibat peristiwa seperti itu? kalau kata mereka tujuannya adalah Jihad.”
Aisyah meminum jus alpukatnya, ia haus. Hari ini ia berbicara banyak sekali, Alhamdulillah pikirannya sangat terbuka ketika sedang memikirkan ini, padahal pengetahuannya belum banyak.
“Bukankah jihad itu berusaha bersungguh-sungguh? Apa salahnya?”
“Salah saat menjalankannya. Banyak orang yang salah mengartikan kata jihad, contohnya dari orang yang melakukan bom bunuh diri. Misalnya, tujuan orang itu melakukan bom bunuh diri untuk melenyapkan orang-orang yang berada dalam suatu tempat dan melakukan kemaksiatan, meminum alkohol dan katakanlah kafir. Berarti tujuan orang itu sama saja dengan iblis yang menjerumuskan orang yang melakukan suatu dosa ke neraka. Padahal, iblis itu musuh. Seorang yang berjihad terutama umat muslim seharusnya berdakwah kepada orang-orang yang berada dalam kemaksiatan dengan akhlak yang baik sehingga mereka bisa keluar dari kemaksiatan tersebut, bukannya malah menyegerakan mereka untuk masuk ke dalam neraka. Karea itu tidak ada satupun perintah yang menyuruh untuk berbuat seperti itu, Allah memerintahkan agar kita mengeluarkan orang yang berbuat salah dari kegelapan menuju cahaya.”
Nabi Muhammad pernah dilempari batu hingga luka dan berdarah, kemudian malaikat Jibril meminta izin agar para penduduk kafir Thaif itu ditimpa dengan gunung, lalu Rasul melarangnya sambil berfikir positif bahwa suatu saat keturunan mereka akan beriman.
Inilah makna jihad dalam Islam yang harus selalu kita pegang teguh dan tidak boleh dilupakan, menyampaikan nilai-nilai al-Quran tentunya dengan kasih dan sayang, karena al-Quran sendiri adalah rahmat.
“Lalu kenapa mereka mengatasnamakan islam?” tanya Ezra.
Aisyah gemas, ingin mengatakan cari saja sendiri. Ia bahkan harus berpikir keras untuk menjawab pertanyaan Ezra. Bibir Aisyah mengerucut dengan pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh pria itu.
“Ada banyak kemungkinan, pertama mungkin mereka belajar dengan orang yang salah atau dipaksa belajar dan mengikuti kemauan orang itu untuk melakukan hal yang salah demi melindungi keluarga mereka. Kedua, mereka memang ingin merusak nama islam di pandangan orang awam. Karena Islam tidak pernah mengajarkan untuk menyakiti orang lain apa lagi sampai membunuh.”
Aisyah memperhatikan Ezra terdiam cukup lama, “Kamu tertarik dengan ajaran islam?” tanya Aisyah.
Mulut Ezra kelu, ia malu untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan di depan Aisyah. “Entahlah,”
“Kalau kamu tertarik, aku ada keluarga yang bisa mengajari dan memberitahu kamu lebih banyak tentang ajaran agama islam. Pandangan beliau tentunya lebih luas dan banyak dari pada aku. Aku bisa memperkenalkan kalian,” Ucap Aisyah.
“Di Indonesia?”
Aisyah mengangguk, “Iya, di Sulawesi tepatnya.”
Aisyah memiliki keluarga yang mengajar di sebuah pondok pesantren, ia juga pernah bersekolah sekolah menengah pertama di sana, sebelum memutuskan untuk tidak melanjutkannya di Aliyah dan pindah ke SMA karena tidak tahan dengan system yang sangat ketat di dalam pesantren.
“Nggak ah,” ucap Ezra tanpa berpikir.
Aisyah tertawa, “Kamu sebenarnya juga bisa mencari orang lain. Banyak kok, orang yang berilmu dan sangat pintar.”
Ezra tampak berpikir dengan pandangan tidak terbaca. Aisyah hanya memandangi pria itu dengan senyum lalu mengarahkan tatapannya ke arah lain. Karena sejak tadi fokus mengobrol dengan Ezra, Aisyah baru melihat sekitar mereka yang cukup ramai dengan banyak pengunjung.