Sayang boleh, tapi jangan terlalu possesif . . . Pagi yang dingin bersuhu 28°C membuat Zara yang sudah bangun ingin kembali menutup matanya. Sudah dua minggu berjalan dan hari ini adalah hari terakhir Ujian Sekolah tapi kenapa menjadi terasa lebih malas dari biasanya? Zara pun memaksakan dirinya untuk bangun, mandi serta bersiap-siap. Setelah selesai semuanya, Zara menoleh jam, "Masih ada waktu." Zara pun membuka kembali buku-bukunya supaya ujiannya lancar. Hujan diluar sana membuat Zara semakin malas untuk berangkat, tapi mustahil untuk tidak berangkat. Ujian ini untuk kelulusan, dan nilai Zara harus bagus. Seperti biasa, Zara berangkat dengan Gaffa, Ayahnya juga tidak keberatan dengan hal itu. "Pa, berangkat ya. Assalamualaikum!" Anjas yang sedang mengelap mobil antik miliknya p

