Sayang boleh, tapi jangan terlalu possesif . . . Suasana kelas seperti biasa sangat ramai saat tidak ada guru. Mulai dari anak laki-laki yang bermain kuda reot, adu game, dan anak perempuan yang suka gibah atau ngegosip biasanya. Abel dan Rachel kini menjadi sangat dekat, Bulan kadang-kadang menjauh dari Rachel karena Rachel sudah bukan seperti yang dulu. Gaffa tiba-tiba datang dan memegang pergelangan tangan Abel lalu menariknya keluar kelas. "a***y mau berduaan nih kayaknya," Celetuk Bagas. "Heh!!" Tegur Bulan. Bagas menjulurkan lidahnya meledek. "Kenapa, Gaf?" Tanya Abel dengan pura-pura manis. "Lo apain Zara?" Abel terkekeh dan berpura-pura tidak tahu. "Zara? Nggak gue apa-apain kok. Kenapa lo tiba-tiba nanya gitu?" "Nggak usah pura-pura t***l, gua tau semuanya. Kenapa lo

