Badai bingung. Dia tidak bisa berpikir kalau keadaan Embun seperti ini. Sebenarnya sudah membaik dan sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter Kania. Tapi Badai juga tidak bisa meninggalkan Embun begitu saja. Dia khawatir kalau dia beranjak sedikit saja dari sisi Embun, istrinya itu akan sakit lagi. "Dai, pergi sana. Aku bosen liat kamu." Nah. Badai langsung mengangkat wajahnya dari buku yang baru saja di bacanya. Dia sedang duduk berselonjor di atas kasur. Mereka memang sudah kembali ke rumah keluarganya. Dan selama seharian ini Badai tidak mengijinkan Embun untuk melakukan apapun. "Ndut kenapa bilang bosen gitu?" Badai mengangkat alisnya dan kini menatap Embun yang tampak memberengut itu. "Boseeen aja. Entahlah." Embun kini menggelengkan kepalanya. Lalu menurunk

