39 KHAWATIR

785 Kata

Embun sudah membaik. Itu karena Badai. Dan Embun tahu itu. Sungguh, perhatian Badai selama dia sakit membuatnya tersentuh. Badai bersikap sangat manis dan perhatian kepadanya.   Setelah akhirnya dua Minggu penuh Badai cuti. Dia mendapatkan panggilan di pagi hari yang mendung ini. Ada kebakaran di salah satu mall yang mengharuskan Badai segera bergabung dengan timnya. Itu membuat tidur Embun terganggu. Hari memang masih sangat pagi.   Setelah sholat subuh, dia beranjak untuk tidur lagi. Tapi Badai memang tidak pernah tidur setelah itu. Suaminya itu selalu berlari pagi mengelilingi kompleks. Rutin di lakukannya. Maka saat Embun terbangun karena suara pintu kamar yang terbuka, dia terkejut melihat Badai sudah rapi dengan seragamnya.   "Dai kamu mau kemana?" Dia menatap Badai yang kini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN