Badai kini mengusap keningnya. Dia sebenarnya merasakan kalau Embun makin manja akhir-akhir ini. Apalagi permintaan aneh yang makin membuat Badai mengernyitkan keningnya. Seperti semalam, Embun merengek agar dia melepaskan karirnya di sini. Badai menghela nafasnya lagi. Kini merapatkan jaket dan mulai melangkah keluar. Hari ini shiftnya sudah habis. "Dai Lo sekarang kagak asyik. Gak pernah mau lagi diajakin nongkrong." Celetukan Firman temannya yang mencegatnya di ambang pintu membuat Badai kini menyeringai lalu sambil berjalan menepuk bahu temannya itu. "Makanya Lo kawin Sono. Baru deh ngerasain ketagihan " "Hu semprul" Badai tertawa terbahak saat mendengar jawaban Firman. Dia bersiul dan melambai kepada Firman. Dia ingin segera pulang sampai rumah. Semalam di

