Part 31-Putus

1223 Kata

Hariz duduk termenung di halaman belakang sendirian, otaknya memutar serangkaian kejadian yang dialaminya tadi malam. Tepat saat Dara mengutarakan keinginannya untuk berpisah, Hariz bahkan belum sempat menjawab ketika tiba-tiba Dara turun dari mobil dan berlari-lari kecil masuk kedalam rumahnya. Ia tak mampu mengejar. Ia merasa bersalah membiarkan gadis itu menanggung semuanya sendirian, ia pikir Dara kuat, tapi ternyata gadis itu hanya berpura-pura kuat, ia terlalu lembut untuk disakiti. Ia merasa bersalah pada gadis itu. Tapi ia tak mau melepas Dara begitu saja. Hariz terlalu menyayangi Dara. Hariz merutuki kebodohannya, ia terlalu fokus pada kebahagiaannya tanpa sadar ada batu-batu kerikil yang akan menjadi masalah. Ia terlambat menyadari bahwa masalah Aghni akan menjadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN