Mas Hariz: Sayang, kamu sudah mendaftar untuk wisuda? kenapa mas belum lihat nama kamu di daftar pesertas wisuda? jangan lupa besok hari terakhir mendaftar yah. Apa mau mas bantu untuk masukkan berkas ke TU? if you need help let me know sayang. Dara menghela nafas melihat pesan dari Hariz, laki-laki itu tak pernah berhenti mengiriminya pesan setiap hari seakan-akan Dara tidak pernah meminta untuk berpisah dari lelaki itu. Ini sudah beberapa hari sejak ia meninggalkan Hariz sendiri didepan rumahnya. Sejak saat itu juga ia memutus semua komunikasi dengan lelaki itu. Dara berjalan sambil memegang erat map berisi berkas-berkas yang akan dimasukkanya untuk mendaftar wisuda. Ia tak peduli dengan siapapun saat ini, Dara rasanya ingin pindah ke planet yang hanya dihuninya seorang dir

