Part 42-Belanja

1325 Kata

Dara membuka gorden putih beserta jendelanya, membiarkan cahaya matahari pagi masuk kedalam kamar mereka. Siapa tau cahaya yang terang benderang ini mampu membuka mata suaminya yang masih terpejam dengan tentram. Dara menatap Hariz yang masih terlelap dengan nyaman Sepertinya itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini. Dara menghela nafasnya, lalu berjalan mendekat kearah kasur. "Massss, bangun ihhhh, udah jam 7" Rengek Dara. Perempuan itu menarik selimut yang menutupi tubuh Hariz membiarkan tubuh suaminya menahan dinginnya udara pagi dari angin yang masuk dari jendela kamar mereka. "Dingin, sayang" Gumam Hariz, lelaki itu sibuk mencari-cari keberadaan selimutnya yang telah disita oleh sang istri. Membiarkan tubuhnya hanya tertutupi celana pendek dan kaos polos berwa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN