Dara tersenyum senang. "Nanti pas kita nikah, aku bakal suruh mas Hariz undang mbak Aghni deh, kan mbak Aghni teman kuliah mas Hariz" kemudian Dara mengedikkan bahunya. "Tapi terserah sih mbak Aghni mau datang sebagai teman atau mantan pacar" **** Disaat Aghni berusaha begitu keras untuk tidak meledak dan menenangkan hatinya, Dara malah masih memberikan Aghni senyum yang begitu manis, seakan-akan ia tak pernah mengatakan kalimat yang menusuknya hingga ubun-ubun. Perempuan ini.... Aghni tak habis pikir. "Kamu pikir dengan kata-kata kamu ini Hariz akan memuji kamu sebagai perempuan pemberani yang tidak ada takut-takutnya? Kamu tahu gak, Hariz malah akan illfeel melihat kamu. Hariz itu suka perempuan yang lemah lembut, gak seperti kamu yang kasar" ucap Aghni. Hariz menghela naf

