Dara tak pernah memprediksi kalau mengurus semua printilan pernikahan akan seribet ini. Ia bahkan telah dibantu Sarah dan Shakira, Dea telah membantunya mengecek souvenir yang jumlahnya tidak sedikit itu, Tari sendiri telah membantu untuk urusan dokumentasi dan menjadwalkan photoshoot prewedding untuk mereka. Tapi tetap saja Dara dibuat pusing dan lelah. "Pusing" gumam Dara. Perempuan itu memijat kepalanya sendiri, berusaha menghilangkan rasa kantuk yang menyerangnya. Hariz sendiri? Laki-laki itu sibuk menghitung kembali jumlah undangan, lalu mengecek nama-nama yang tercantum tidak ada yang kurang, bahkan ia sudah dibantu saudara-saudaranya, namun tetap saja ia lelah menatap tumpukan amplop berwarna hijau matcha itu. "Istirahat dulu Ra" Celetuk Irsyad yang melihat Dara bersa

