Dea tak bisa menyembunyikan senyumnya menatap Dara yang tengah duduk di meja riasnya, seorang MUA tengah memoles lipstick berwarna nude sebagai base ombre dan mbak Tari tengah memakaikan Dara hijab berwarna merah mauve. Dea begitu cantik hari ini. "Dek Dara, temenmu nangis nih" Abbas tiba-tiba saja datang dan duduk disebelah Dea. Laki-laki itu terkekeh kecil melihat kilatan-kilatan dimata Dea. Dara menatap pantulan Dea dari kaca lalu tertawa. "Kenapa De?" tanyanya. Dea berdecak sebal. "Mana ada aku nangis" gerutunya. "Itu mata kamu kenapa jadi abu-abu? kebanyakan nangis kan?" ledek Abbas. "Aku tuh tau kalau mas Abbas udah tua, tapi kan mas gak satu zaman sama Pitecantropus erectus sampai gak tau ada teknologi namanya softlense" ucap Dea dengan mata yang melotot marah, sepertinya

