Beberapa hari kemudian .... Toko pinggir jalan itu terlihat ramai dari pagi, beberapa mobil box datang bergantian menurunkan stok barang. Sebagai pemilik toko, Arini sibuk merekap barang di belakang. “Terima kasih, Mas.” Arini tersenyum pada sales makanan instan yang baru saja menurunkan beberapa kardus di toko. “Sama-sama, Mba Arini. Sukses selalu tokonya.” Pria berseragam itu mengangguk senang. “Mari, kami mau lanjut. Toko Mba Arin juga sepertinya ramai sekali.” Pria itu berpamitan. Ia hilang di balik pintu mobil box yang tertutup rapat. Setelah mobil box tersebut perlahan menjauh dari toko, Arini bergegas masuk. Biasanya, di sela-sela waktu seperti ini, Arini memanfaatkannya dengan men-display barang di rak-rak kosong. Di meja kasir, Asih tampak sibuk melayani pembayaran yan

