Chapter 25

1228 Kata
Chapter 25 Strategi yang kacau             “Aillard dan Nerdanel menghilang.” Rhysand, sang ketua dari klan Fallen Angel melapor pada Raja Zender, Falcon yang mendengarnya menggebrak meja marah, sementara Zender tetap tenang. “Apa yang kalian lakukan!” Teriaknya marah “Temukan mereka secepatnya!” Zender menggeleng pelan “Tennag ayah,” Zender meletakan tangannya di meja dengan tenang, tak ada raut keterkejutan sama sekali “Ada jejak?” Rhysand mengangguk “Penggunaan bubuk Hecate, para penyihir hitam mengendusnya.” Zender mengangguk pelan “Daleka, si penyihir putih, sudah  pasti dia. Biarkan saja, akan percuma mencari mereka, sekarang ubah seluruh strategi yang ada, strategi itu sudah pasti bocor, dan, aku mau buat tempat latihan baru.” Putus Zender. Rhysand mengangguk patuh, ia berbalik pergi melesat kembali, segera mungkin melaksanakan perintah Zender.             “Bagaimana keadaanmu?” Allerick menghempaskan tubuhnya di kursi, ia sedang berada di kamar Aillard, jika dilihat dari kondisi Aillard siang itu, Aillard terlihat lebih baik dari sebelumnya. “Lebih baik, bagaimana dengan Nerdanel?” Aillard menyibak selimut, lalu duduk berhadapan dengan Allerick, ia memang baru bangun, karena di kurung di sel yang sempit, seluruh badannya jadi sakit. “Sepertinya dia lebih parah darimu.” “Mereka tau kekuatan Nerdanel, kekuatan yang di berikan sang Ratu.” “Apa kekuatannya?” “Nerdanel bisa mengambil fikiran orang itu, untuk melakukan apapun atas perintahnya.” Allerick terdiam “Hipnotis?” Aillard mengangguk “Oleh karena itu kami di ikat dengan tali yang memiliki getaran listrik, itu akan membuatnya tetap lemah dan kehilangan fokus.” Allerick mengerti kini “Kau bisa ikut pertemuan satu jam lagi, setelah makan siang?” Putus Allerick. “Tentu.” Allerick mengangguk, ia berjalan kearah pintu, sebelum benar-benar mencapaina ia berucap “Aillard, Avyanna menghawatirkanmu.” Aillard diam “Katakan aku baik-baik saja.” Allerick tak menjawab, ia langsung berbalik, dan keluar dari kamar AIllard.             Abraxas di biarkan ikut dalam rapat itu setelah ia memaksa, sebenarnya, Allerick akan selalu mengijinkan Abraxas tau dengan semua mush dan apa yang akan ia hadapi, jika ia hanya berharap ada orang yang akan melindunginya, maka itu fikiran yang salah menurut Allerick. Orang itu akan melindungi dirinya snediri lebih dulu, sebelum ia perduli pada orang lain. Begitulah normlanya. “Aillard, Nerdanel, apa kalian baik-baik saja?” Avyanna masih nampak cemas, melihat keduanya yang bahkan tak bisa menopang tubuh masing-masing semalam mmebuatnya tau pastilah mereka benar-benar diperlakukan dengan tidak baik, entah apa yan gorangtuanya fikirkan hingga mau bergabung dengan musuh yang jelas iblis itu. “Kami sudah lebih baik,” Nerdanel tersenyum tipis, Aillard menarik kursi ddan memabntu Nerdanel duduk disampingnya. Avyanna menghembuskan nafas pelan, merasa bersyukur. “Jadi, bisa ceeritakan bagaimana kalian di pernjarakan?” Amren menangkup kedua pipinya diatas meja dengan kedua tangan. Yang lain menatap Amren malas, pria itu menganggu mereka dengan sikap terlalu santainya. “Mereka tau kami berada di pihak Allerick, pertemuan terakhir kita, aku diawasi pengawal kepercayaanku sendiri, da dia memberitahukan semuanya pada ayahku.” “Lalu Nerdanel, dia ketaahuan sebagai dalang pertemuan pertama Avyanna dan Allerick di hutan merah, Nerdanel yang sengaja memberikan Unicorn itu pada Avyanna untuk bisa pergi ke hutan merah, ramalan itu memang seharusnya terjadi.” “Orangtuamu bahkan tidak menolongmu?” Cresida mengernyit. Tidak yakin. Aillard mengangguk “Mereka marah, aku memihak musuh dan Avyanna, mereka mengatakan melakukan segalanya agar sayap Avyanna menjadi miliku, namun aku yang tidak mau.” Aillard menghembuskan nafass pelan ‘Mereka juga sudah terlalu serakahh, mereka terlalu percaya kerajaan Zender bisa menolong karena kerjaan mereka adalah kerajaan paling makmur.” Cresida tertawa keras “Bodoh sekali, mereka menyekapku bertahun-tahun untuk memproduksi emas setiap waktu, sialan.” Cresida berdecak. “Ngomong-ngomong, bagaimana bisa kau masuk kedalam prangkap mereka? Melione nampak penasaran. Cresida menghembuskan nafas pelan “Falcon, Ayah Zender, dia tau kekuatanku, memburuku kemanapun aku pergi, dan ketika aku lengah aku dikurung di bawah kekuasaannya tanpa bisa kabur, untungnya Amren menyelamatkanku.” Amren bertepuk tangan “Bukankah aku keren?” Ujarnya menybongkan diri. Cresida memutar bola matanya malas, menyesal memuji Amren. “Informasi apa yang kalian dapatkan?” Feyre menatap Aillard “Kalian di sekap disana, harusnya ada sedikit informasi yang kalian tau.” Nerdanel menggeleng “Mereka tidak akan membahas banyak hal penting di depan kami, mereka tau resikonya, tapi ada satu hal yang harus kalian tau, Falconn dan Zender adalah ketua penyerangan, kalian tau kekuatan Zender, dia mampu mengambil keberuntungan orang lain, itu sebabnya kerajaanya selalu makmur, ia mengambil keberuntungan orang lain, ketika kerajaan lain yang seharunya beruntung dengan penemuan tambang, maka ia yang akan mengambil keberuntungan orang lain.” “Kekuatan turun temurun,” Tukas Aillard “Itulah kenapa dia butuh Desponia si peramal, untuk membacakannya keberuntungan masa depan orang lain.” “Desponia ada padanya?” Mor mengernyit. “Ya, mereka menahan Desponia, menyiksanya dalam ruangan tak berujung yang hanya bisa dimasuki Falcon.” “Dimana itu?” Tanya Ismene. “Hanya Falcon yang tau.” Jawab Nerdanel. Allerick menghembuskan nafas pelan “Masalahnya sekarang, jumlah musuh dua kali lipat jauh lebih banyak dari total prajurit yang aku punya.” Amren mengetuk meja “Menurutku itu sia-sia, jumlah mereka mungkin banyak, tapi kekutan kita lebih dari mereka,” “Mereka hanya menang jumlah,” Jawab Daleka. Amren menjentikan jari, setuju. “Jika kuperkirakan, ada 1000 penyihir hitam, kau kenal Forcas, penyihir wanita dengan Sembilan tangan, masing-masing tangannya memegang senjata tajam?” Aillard menatap Daleka. “Forcas? Dia penyihir hitam tertua, ketua dari penyihir hitam.” Balasnya. Rush mengangguk paham “Tapi,dari mana mereka mendapatkan penyihir hitam sebanyak itu?” “Sudah pasti cara kegelapan, mengikat dengan perjanjian darah , atau Forcas dipaksa.” Tebak Ismene. “Kita sudah tau mereka mendapat sekutu denga cara keji bukan.” Ujar Feyre. Semuanya mengangguk setuju “Menurutku, mereka akan membuat Zender dan Falcon serta pemimpin lain berada di garda tengah, dan yang lain akan menjaga mereka.” Melione menatap yang lain serius. “Dengan jumlah sebanyak itu, butuh waktu lama masuk kedalam titik mereka, incaran kita hanya si pimpinan, sumber masalah ini.” Tambah Melione. Allerick mengatupkan mulutnya rapat “Cara itu sudah pasti menjadi rencana awal mereka, tapi karena Ailllard dan Nerdanel berhasil kabur, mereka pasti tau pasti kitalah pelakunya, mereka pasti sudah merombak banyak strategi mereka.” “Strategi mereka sudah kacau.” Tebak Amren. “Mereka butuh waktu lagi untuk strategi selanjutnya.” Ujar Avyanna. “Kenapa kita tidak menyerang lebih dulu?” Tanya Cresida. “Kita akan menyiapkannya, untuk itu aku mau lapangan luas untuk mengumpulkan orang yang dengan suka rela berperang, aku tidak akan memaksa.” Allerick menatap yang lain serius, bagi Allerick, orang yang akan ikut berperang dengannya adalah orang yang suka rela mati, hingga ia gugur nantipun tak ada perasaan bersalah untuk itu. “Kita juga tau, makhluk seperti penyihir, bumper dan alvator adalah sebagian yang mereka miliki.” Ujar Avyanna. “Terakhir kali kami melihat Gorgon disana.” Balas Amren. “Gorgon?” Feyre tersenyum sinis “Berapa makhluk hitam yang mereka taklukan, pastilah mereka sangat licik.” Kekehnya. “Mereka lebih licik dari yang kalian duga.” Balas Nerdanel. “Kenapa ada sekumpulan srigala disana Allerick, terakhir kali aku mendengar ada srigala bernama Ivan disana.” Aillard nampak bingung. “Dia penghianat, dialah salah satu orang yang membantu musuh masuk keistana untuk menyeranng orangtuaku.” “Bukankah kita juga harus mulai mengumpulkan petarung kita?” Daleka menatap Allerick. “Akan kita lakukan.” Balasnya tegas.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN