Permulaan kisah yang luar biasa dengan Dokter Ara harus disudahi. Pagi itu, sekitar pukul 6, kami keluar hotel. Berbeda dengan sebelum peristiwa kemarin, kali ini kami lebih mesra. Seks membuat segalanya menjadi menakjubkan. Sepanjang perjalanan, mata kami sering bertemu. Berkali-kali tangan kami berpegangan. Kami seperti anak muda yang baru saja berpacaran. Aku hanya berdoa semoga hubungan ini tetap aman dan baik-baik saja. Tak berharap banyak, jikalau harus berakhir suatu saat, berarti memang itulah saatnya. Suatu hari, ia harus kembali ke keluarganya. Begitu pun aku, hidupku harus terus berjalan. Seperti kemarin, ia menurunkanku di titik yang sama. Kukecup bibir, kami berciuman cukup lama. Dalam. Saling menenangkan. "Kita harus cari waktu lagi ya," ia berkata dengan wajah penuh harap

