Setelah mendapatkan saran dari sahabatnya Chiara, Tara mendapatkan pencerahan. Ia memutuskan untuk kembali bersekolah. Ia akan ikut dengan Fahri.
"Oke, gue bakal ikut om Fahri. Ma, Pa, mudah - mudahan , keputusan yang Tara ambil adalah yang terbaik buat Tara ya" monolognya sambil memeluk foto kedua orang tuanya.
Setelah yakin dengan keputusannya, Tara memilih untuk menhubungi Fahri.
"Halo om Fahri, ini Tara"
"......"
"Iya om, Tara sudah membuat keputusan"
"......"
"Tara akan ikut om Fahri, Tara pengen sekolah lagi om"
"......"
"Baik om, Tara akan siap - siap kalau gitu. Makasih ya om"
"......"
Tara segera mempersiapkan semuanya, ia membawa barang - barang yang sekiranya diperlukan.
"Tara janji ma, pa, Tara akan sukses dan mama sama papa di sana akan bangga sama Tara" ucapnya sembari memeluk foto kedua orang tuanya.
Esok harinya ia memutuskan untuk jalan - jalan dengan Syifa dan Bara.
"Lo yakin bakalan pergi kesana?" tanya Syifa sedih.
"Yakin cipaaa .. , gue pengen sekolah lagi. Dan ga mau di sini. Telalu banyak kenangan buruk gue buat ngelanjutin sekolah di sini" jawab Tara.
"Nanti kalau udah sukses lo temuin kita ya" rengek Syifa.
"Jangan norak deh Syif, kan bisa waktu liburan kita main ke kota B, bukan di luar negeri ini, masih bisa di jangkau" ledek Bara
"Bener kata Bara deh, kalaian bisa main ke sana kalau pas liburan" Tara setuju dengan ucapan Bara.
"Bener ya, kalau liburan lo harus temenin gue kalau mau ke sana" ucap Syifa pada Bara.
"Hhmmm"
"Udah yuk kita jalan, keburu malem" ajak Bara.
Mereka pergi menuju pusat perbelanjaan, mereka makan, bermain di wahana permainan, dan di akhiri dengan menonton di bioskop.
Tak terasa hari kian menggelap. Setelah mereka keluar dari pusat perbelanjaan, mereka memutuskan untuk makan bersama.
"Kita makan di sana yuk" ucap Syifa kemudian lari menuju tempatnya.
Tara dan Bara yang melihat kelakuan temannya hanya bisa menghela nafas dan tertawa.
" Lo yakin dengan keputusan lo?" tanya Bara sambil terus nerjalan.
"Ehem. Gue yakin, gue pengen sekolah lagi Bar, gue pengen gapai cita - cita gur yang sempet ketunda"
"Mereka orang baik kan?"
"Gue berharap mereka baik, gue dulu sempet ketemu sama om Fahri waktu SMP"
"Lo harus tetep kasih kabar ke kita"
"Iya Bara, kalian itu selalu ada buat gue, saat gue susah dan saat gue terpuruk"
"Gue berat mau ngelepas lo"
"Kayak mau lepas pacar aja deh lo"
"Lo lebih dari pacar buat gue Tar, lo udah gue anggep kayak adek gue sendiri, dan itu lebih berharga buat gue"
"Emmm,, terharu deh gue. Makasih banyak Bara. Gue bahagia, beruntung banget punya sahabat kayak kalian" ucap Tara sembari memeluk Bara.
Setelah sampai di tempat makan. Mereka makan dengan lahap, mereka akan berpisah untuk sementara waktu jadi momen seperti ini harus di nikmati.