Tara merasa nyaman tinggal di rumah Fahri, terlebih Anisa menganggapnya sebagai anak sendiri.
"Tante seneng deh Tara, sekarang ada yang bantuin tante di dapur, kalau dulu, tante selalu masak sendiri, anak tante laki - laki semua" ucap Anisa yang bahagia dengan kedatangan Tara.
"Oh iya, hari ini kamu mulai masuk sekolah ya, kamu bisa bareng sama Gery, dia kan satu angkatan sama kamu" jelas Anisa.
"Iya Tante, Tara bisa kok berangkat sendiri biar ga ngerepotin" ucap Tara sungkan.
"Jangan sungkan sama keluarga kami, mulai sekarang kamu bagian dari kami juga Tara, udah sekarang kamu siap -siap dulu habis itu kita sarapan bareng"
"Iya tante, tara ke kamar dulu ya" jawab Tara sembari menuju kamarnya.
Didalam kamar Tara menyiapkan keperluan sekolahnya, saat dirasa sudah cukup, ia menuju kamar mandi.
"Aaahhhhh.... " Teriak Tara saat kamar mandi dibuka. Ada Gio yang sedang mandi didalam kaget bukan kepalang. Tara masih terpaku dipintu menatap Gio. Gio yang sadar segera melilit tubuhnya dengan handuk, kemudan berjalan menuju Tara. Ia menutup mata Tara dengan telapak tangannya.
"Tutup dulu matanya, habis itu balik badan"
Tara kaget saat tangan Gio menyentuh matanya tapi ia masih mendengar suara Gio.
Mendengar teriakan Tara, Anisa berlari menuju kamarnya. "Ada apa?"
" Loh abang, kok bisa di sini" tanya Anisa kaget deng keadaan dan posisi Gio sekarang.
"Lo tutup mata" bisiknya di telinga Tara, membuat sang empunya merinding.
"Abang numpang mandi ma, kirain kamar ini masih kosong, soalnya Gery pake kamar mandi Abang" jelasnya seraya meninggalkan kamar Tara.
"Lain kali izin dulu, mulai sekarang Tara yang punya kamar ini" omel Anisa.
"Ia mama sayang" ucapnya sembari memberikan kecupan singkat di pipi Anisa dan pergi menuju kamarnya.
Anisa yang melihat Tara masih memejakmkan mata, lalu mendekatinya.
"Gio udah pergi sayang"
Tara membuka matanya, "maaf tante, Tara gatau kalau ada anak tante lagi di kamar ini"
" Iya, harusnya tante yang minta maaf, Gio belum tau kalau kamu yang mempatin kamar ini, jadi dia kira ga ada orang"
"Sekarang kamu siap - siap, tante tunggu di bawah ya" ucap anisa sembari mengelus rambut Tara.
"Iya tante" Tara segera bersiap. Ini hari pertama sekolahnya, jangan sampai terlambat
"Bego...." Gerutu Gio yang sudah sampai di kamarnya. "Bisa -bisanya gue ga tau kalau cewek yang papa ceritain udah tinggal disini.
"Bang, lo kenapa? Gue udah selesai nih" ucap Gery yang baru keluar dari kamar mandi Gio. Gio menapat Gery kesal. Lalu di rangkul lehernya dan tahanannya kuat.
"Bang, apa - apaan sih lo? Gue bisa kehabisan nafas b**o" ucap Gery kesal.
"Lo yang biki gue ga perjaka lagi" seketika Gery terlepas dari rangkulan maut Gio, ia bingung dengan pernyataan abangnya.
"Beneran? Lo sama siapa?" Tanya Gery penasaran.
"Bukan itu b**o. Gue tadi mandi di kamar sebelah, terus pas lagi mandi tuh cewek buka pintu kamar mandinya" jelas Gio.
"Bwahaha... Haaaaa... Sumpah gue ngakak bang, ga kebayang muka dia gimana liat keadaan lo tadi"
"Sialan lo, gue malu, mana dia syok banget lagi"
"Makanya gue numpang di kamar mandi lo, lo sih tadi malem pergi, gatau kan kalo Tara udah dateng dan tinggal di kamar itu"