Hal paling konyol terjadi. Lantaran rapat berjalan sangat alot bahkan sampai melebihi waktu biasanya, Alpha memutuskan untuk melakukan polling. “Mari lakukan polling, tulis angka 1 untuk mempertahankan Imelda dan Lola. Sementara itu angka 2 untuk mengganti Lola dengan presenter laki-laki.” Lola mengepalkan tangannya di bawah meja. Sumpah dia kesal sekali karena posisinya terancam. Padahal tadi Lola sudah bisa melihat masa depannya sebagai presenter acara baru. Wita yang menyadari hal itu dengan lembut mengusap punggung Lola. Ditatapnya sang sahabat dengan sorot hangat. “It’s okay,” bisik Wita tenang. “Gue pernah dengar istilah begini, sesuatu yang memang diciptakan untuk lo maka, selamanya akan menjadi milik lo. Sedangkan, sebaliknya. Take it easy aja, La.” Lola mengangguk saja. Sete

