“Aku turut senang untuk kalian berdua!” Frederick yang semenjak tadi diam, ikut bersuara. Tyara terkejut dengan perkataan Frederick, namun Tyara tidak berani bertanya atau menjawab Frederick. “Alana, kamu sebaiknya segera menyerahkan surat itu pada Tyara. Putrimu berhak untuk memulai lembaran baru,” lanjut Frederick lagi. Tyara menatap Mamanya, “Ada apa, Ma? Surat apa?” Alana tampak gelisah dan gusar mendengar ucapan Frederick, “Nanti Mama jelaskan Sayang. Kita sarapan dulu ya!” Alana memang Frederick dengan penuh kemarahan, sedangkan Frederick memandang Alana dengan tatapan dingin. Alana memandang ke arah Tyara, Tyara tampaknya tidak begitu ambil pusing tentang surat yang dibicarakan oleh Frederick. Tyara tampak ceria mengobrol dengan Ibu Suri Anne dan tampak sangat menikmati sarapann

