Sudah tiga hari Tyara mengurung diri di dalam kamar, dia tidak mau menemui siapapun kecuali Alana. Tyara juga tidak ingin makan bersama keluarga istana. Makanannya selalu diantarkan Meghan ke kamarnya. Tyara memandang wajahnya di cermin, sungguh berantakan. Matanya bengkak, wajahnya pucat dan rambutnya acak-acakan. “Selamat pagi Nona Tyara,” sapa Meghan saat melihat Tyara duduk di depan meja riasnya. “Pagi, Meghan,” jawab Tyara dengan suara serak. “Hari ini mau makan di ruang makan atau di kamar?” Meghan menanyakan pertanyaan yang sama setiap pagi. “Di kamar saja, Meghan.” “Nona, tapi ini sudah hari keempat Anda makan di kamar. Apakah Anda tidak ingin keluar?” Tyara bertanya, “Semua baik-baik saja kan Meghan?” “Apakah maksud Anda, Pangeran Henry?” goda Meghan sambil tersenyum. Tyar

