2. Dany dan Alana

1524 Kata
Rara POV Papaku, Dany Wijaya sebenarnya adalah pria yang pintar dan cerdas. Dia pernah diminta opa untuk melanjutkan kuliah di Jerman, tepatnya mengambil program master teknik elektro di RWTH Aachen University. Kata Opa, kuliahnya sempat berjalan lancar namun pertemuannya dengan Mamaku membuat Papa melupakan kuliahnya untuk menjalin hubungan dengan Mama. Hal ini membuat Oma dan Opa tidak menyetujui hubungan mereka. Mereka menikah diam-diam di Jerman. Sampai aku lahirpun Oma dan Opa tidak tahu kalau mereka sebenranya sudah punya cucu. Saat Oma menghentikan kiriman uang kuliah dan uang saku untuk Papa, saat itulah kami tidak bisa bertahan hidup di Jerman. Papa memboyong keluarga kecilnya kembali ke Indonesia, saat itu usiaku 2 tahun. Mama sampai hari ini dianggap oleh Oma sebagai penghancur masa depan Papaku. Papaku yang sampai hari ini tidak punya penghasilan tetap membuat Mama akhirnya memutuskan untuk meninggalkan kami dan kembali ke London, kota tempat tinggalnya. Jangan ditanya kenapa aku tidak ikut Mama, sudah pasti Oma Diana yang saat itu masih powerfull, hmmmm....bisa dikatakan ibu mertua yang jahat, menghalangi dan melarang Mama untuk membawaku. Kadang aku merasakan Oma memperlakukanku seperti saat dia memperlakukan Mama, tapi terkadang Oma sangat protektif sebagai bentuk rasa sayangnya padaku.    "Astaga, Papa! Habis makan malam langsung tidur?" Rara masuk ke kamar papanya tanpa mengetuk pintu. "Anak kecil cerewet amat! Daripada kamu tuh belajar terus tiap hari. Mau jadi seperti Om Dennis, hmm?" "Rara bukan anak kecil, Pa. Rara sudah mau kuliah, Papa lupa ya?" Rara mengambil posisi duduk di samping papanya. “Kamu tetap gadis kecilnya Papa,” goda Dany. “Gadis kecil yang tidak pernah diurus begitu kan maksudnya? Papa tidur terus sih, tidak pernah mengurus Rara, jadinya tidak sadar kan kalau sekarang Rara sudah mau kuliah?!” protes Tyara pada Dany.  Dany hanya menyeringai sambil menggaruk kepalanya mendengar ucapan putrinya. "Ra, memangnya apa sih yang membuat kamu ingin kuliah di luar negeri?" Dany bangkit dari tidurnya dan duduk di samping putrinya. "Pa, Rara ingin hidup mandiri." “Ingin hidup mandiri atau ingin melarikan diri dari Omamu yang galak itu?” Mereka berdua akhirnya tertawa, kalau dipikir-pikir memang Tyara bosan juga dengan aturan-aturan Oma, judesnya Oma, dan galaknya Oma. Mungkin itu juga yang membuat Tyara ingin kuliah di luar negeri. "Hmmmm kuliah di luar negeri tidak seindah bayanganmu, Ra. Capek disuruh belajar terus supaya cepat lulus!" "Duh aneh sekali nih Papa! Anaknya mau rajin belajar malah dibuat patah semangatnya!" Rara mencebikkan bibirnya. "Bukan begitu nona cantik!" Dany mengacak rambut putrinya "Kamu serius mau kuliah di luar negeri? Opa punya dana? Bukannya uang Oma dan Opa katanya sudah Papa habiskan ya, hahaha....." Dany berkelakar. Oma Diana memang sering menyalahkan Dany. Gara-gara Dany yang kuliahnya tidak beres akhirnya uang Oma dan Opa habis. Opa Hans adalah seorang dokter spesialis anak yang terkenal pada masa itu, sedangkan Oma Diana yang adalah anak tunggal pewaris perusahaan. Saat ini perusahaan oma dijalankan oleh Dennis yang berkantor pusat di Singapura. Denis adalah kesayangan Oma, sedangkan Dany adalah kesayangan Opa. Saat keuangan Oma dan Opa goyah, Dennis saat itu tidak di kuliahkan di Eropa. Itulah yang membuat Oma semakin tidak suka pada Dany. Gara-gara Dany, Dennis tidak bisa kuliah di luar negeri. Dany memang menghabiskan uang bukan untuk biaya kuliah, tapi untuk biaya hidup keluarga kecilnya saat di Jerman. Namun, sekarang malah akhirnya Dennis yang berhasil menjadi orang sukses, kesayangan Oma. Sedangkan Dany, menjadi si tukang tidur. "Papa sudah dengar dari Opa, Mamamu menelponmu?" "Bukan hal yang aneh kan, Pa, kalau mama menghubungi Rara? Mama juga sering chat Rara kok, Pa." "Iya Papa tahu, tapi sepertinya kali ini telpon penting?" "Hmmm, Mama bilang mau ke Indonesia." "Dan kamu percaya? Mamamu cuma janji janji palsu mau ke Indonesia. Sudah 13 tahun dia meninggalkan kamu, kenapa baru sekarang mau ke sini? Apa karena ini?" Dany mengambil majalah yang tergeletak di atas nakasnya kemudian menyodorkannya ke tangan Tyara. Tyara tertegun melihat cover majalah yang disodorkan papanya. Ada foto mamanya di majalah itu. Tyara tidak heran sebenarnya melihat foto mamanya di majalah, karena memang setelah kembali ke London, Mamanya menekuni lagi kariernya sebagai foto model majalah pria dewasa. Tapi kali ini Tyara benar-benar berdecak kagum. Di foto itu Mamanya tampak anggun mengenakan baju ala princess di film kartun dan mahkota yang sangat indah. Di sampingnya berdiri seorang laki-laki yang menggunakan pakaian seperti seorang raja. "Raja dan Alana Sang Mantan Model," Rara bergumam membaca judul utama di halaman depan majalah itu. "Mamamu mau menikah lagi," jelas Dany dengan santai. "Papa cemburu?" sahut Rara tanpa memandang Dany, sedang matanya dengan lincah membaca berita. "Papa sudah melupakan mamamu sejak dia pergi keluar dari pagar rumah kita!" "Oooyaaa?? Seriously??" goda Rara menahan tawa. "Heii....jangan lupakan kalau Papamu ini sering gonta-ganti pacar, artinya mamamu sudah tergantikan, Ra!" "Kenyataannya Papa sampai hari ini belum menikah juga, sudah jomblo 13 tahun kan?" tawa lepas Rara membuat perutnya sakit, spontan Dany melempar bantal ke arah putrinya. "Hei, Rara! Sudah sana belajar! Mengganggu orang tidur saja!" Dany menutup wajahnya dengan bantal untuk menghindari pembicaraan dengan putrinya.  “Coba Rara mau bertanya ke Papa, kenapa Papa tidak menikah lagi setelah 13 tahun ditinggal Mama? Apa dalam hati Papa masih ada perasaan buat Mama? Apa Papa masih mengharapkan Mama kembali?” goda Tyara. “Hei, Rara! Jangan bicara masalah perasaan Papa ya! Papa itu memikirkan perasaanmu,” Dany kembali duduk di samping Tyara. “Big No, Papa!” potong Tyara “Selama ini Papa sering berganti pacar, apa Papa pernah menceritakannya pada Rara? Yang ada malah papa kucing-kucingan! Kalau Papa memikirkan perasaan Rara seharusnya Papa menceritakan tentang hubungan Papa dengan perempuan-perempuan itu pada Rara. Tanyakan apa pendapat Rara!” tegas Tyara. Mereka berdua terdiam dalam alam pikiran mereka masing-masing. “Rara juga ingin Papa bahagia,” ucap Tyara lirih. “Papa bahagia asal kamu bahagia, Ra.” Jawab Dany. “Uhhh Papa memang pandai berbohong ya!” Tyara berkacak pinggang. “Lho, kok malah dibilang bohong?” “Kalau Rara sedang dimarahi Oma, Papa senang kan? Papa malah ketawa-ketawa kan? Padahal Rara benar-benar sedih, Papa malah bahagia, huhhhh!” Tyara melipat tangannya sambil menunjukkan wajah cemberut ke arah papanya. “Papa bahagia, Ra karena kita senasib sepenanggungan, selalu dimarahi Oma, hahaha.....” “Huh, Papa nih! Ini bukan lelucon, Pa!” Tyara melempar bantal ke arah papanya sambil beranjak meninggalkan kamar papanya. “Jangan lupa belajar terus ya, Ra!” goda Dany sambil menutup mukanya dengan bantal bersiap tidur. “Iya tukang tidur!” balas Tyara sambil menjulurkan lidahnya ke arah Dany. Begitulah keseharian Rara dan Dany, mereka tidak seperti ayah dan anak, malah seperti adik dan kakak. Dany menyayangi Tyara walaupun tidak diungkapkan dan ditunjukkan secara langsung. Saat Tyara kecil, kerewelan dan tangis Tyara yang selalu mencari mamanya membuat Dany pusing menghadapi Tyara. Akhirnya, Oma Opa yang mengurus Tyara. Saat beranjak dewasa, Dany melihat Tyara semakin mirip Alana, mantan istrinya. Walaupun Tyara memang lebih cantik ketimbang mamanya. Hal ini membuat Dany tidak ingin terlalu dekat dengan Tyara karena hanya akan mengingatkannya pada Alana. Namun, jangan panggil Rara kalau tidak bisa menaklukkan hati papanya. Dengan kemanjaannya dan sikap manisnya akhirnya hubungan ayah dan anak tetap terjalin dengan baik walaupun Dany malah memperlakukan Tyara seolah-olah Tyara adalah adiknya. Dany sering mengganggu, mengusili, dan membuat Tyara jengkel. Tak jarang mereka bertengkar karena hal-hal sepele.   *** Tyara duduk di atas tempat tidurnya. Majalah yang diberikan oleh papanya masih dia baca. Tyara seolah mendapatkan informasi baru tentang mamanya dari majalah itu. Mama Tyara bernama Alana Elizabeth Smith, warga negara Inggris. Menurut cerita papanya, mereka bertemu di sebuah klub malam di Jerman saat papanya masih kuliah di sana. Setelah pertemuan itu mereka menjalin hubungan, menikah, dan akhirnya lahirlah Tyara. Alana mencoba menjalin kembali hubungannya dengan Tyara saat Tyara duduk di bangku SMP. Saat itu Tyara sudah dibelikan ponsel sendiri oleh opanya. Tyara menebak kalau papanya yang memberikan nomor ponselnya pada sang mama. Alana sering menyapa Tyara lewat pesan singkat, terkadang Alana juga menelepon Tyara. Namun Tyara lebih senang berhubungan dengan mamanya lewat pesan singkat. Kalau lewat telepon, Tyara takut ketahuan omanya. Omanya bisa sangat marah, karena selama ini oma mencekoki Tyara kalau Tyara tidak boleh berkomunikasi dengan mamanya karena mamanya itu wanita yang jahat dan tidak menyayanginya. Selama Tyara duduk di bangku SD, Tyara sempat terpengaruh doktrin dari omanya dan sempat membenci mamanya. Saat itu informasi yang diperoleh Tyara tentang mamanya hanya informasi satu arah dari omanya, yang tentu saja menjelek-jelekkan mamanya. Namun, setelah Alana mencoba menjalin hubungan dengan Tyara, Tyara bisa menilai kepribadian mamanya. *** Rara POV Mama, semoga Mama bahagia ya. Apapun alasan Mama meninggalkan Rara, Rara yakin semua itu ada penjelasannya. Yang penting sampai hari ini Rara tidak membenci Mama. Mama yang Rara kenal adalah Mama yang selalu menyayangi Rara. Rara memang terkadang sedih kenapa harus Rara yang mengalami semua ini. Tapi cinta dari orang-orang di sekitar Rara membuat Rara kuat. Rara tahu, mama juga sedih meninggalkan Rara. Rara ikut senang bila Mama akan memulai hidup baru bersama pria pilihan Mama. Rara juga berharap kebahagian yang sama segera menghampiri Papa, sehingga kedua orang tua Rara bisa berbahagia dua-duanya. Rara sayang Mama dan Papa.   Tyara meneteskan air matanya saat mengenang mamanya. Akhirnya, Tyara tertidur dengan mendekap majalah yang berisi berita tentang pernikahan mamanya. Dalam tidurnya Tyara bermimpi masa kecilnya yang indah bersama mamanya.   ______
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN