Tentang Rasa

745 Kata

Aku kira setelah Will menelpon malam itu semua akan berubah menjadi seperti semula, tetapi nyatanya aku salah. Harapan agar Will kembali pulang ke sini rupanya hanya sebatas angan. Aku bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Aku sudah kehabisan kata-kata untuk terus menutupi kenyataan yang sebenarnya dari Miko dan juga Aira. Bukan kah sebaiknya aku harus jujur saja? Agar tidak sibuk dan tidak perlu repot menutupi kebohongan dengan kebohongan lagi. Mereka memang masih kecil dan rasanya masih rumit untuk bisa mengerti dan paham tentang kondisi Will, tetapi aku yakin lambat laun Aira dan juga Miko akan mengerti dengan cara pikirnya dan akan paham dengan cara responnya sendiri. "Aku denger kok waktu itu Mbak Lara dan Om Diwa sedang ngobrolin tentang Papa. Aira hanya ingin tahu y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN