Setelah semalam memberitahukan Matheo perihal Tiara yang ingin bekerja paruh waktu di coffeshop miliknya dan pagi ini Tiarapun sudah bersiap.
Hari ini di negara Italia sedang turun salju ringan kemungkin mendapatkan pengunjung di coffeshop bisa lebih banyak.
Tiara turun dari taxi dan segera masuk kedalam coffe, "Hai nona Tiara selamat pagi.." sapa Matheo dengan senyum rahamnya.
"Selamat pagi juga tuan Matheo.. mohon bimbingannya, aku sangat senang sekali karena bisa diberi kesempatan bekerja ditempatmu tuan."
"Tidak perlu sungkan ayo aku akan memperkenalkanmu kepada rekan kerjamu yang lain.."
Matheo mengajaknya untuk bertemu dengan para pekerja.
"Semuanya ayo cepat berkumpul.." Matheo bertepuk tangan 2x dan tak butuh waktu lama mereka semuapun berkumpul disatu titik.
"Tuan apakah dia karyawan baru disini?" tanya Fransisca dengan ramah.
"Iya kau benar sekali. Namanya Tiara dia akan bekerja sebagai barista."
Setelah saling berkenalan Tiarapun langsung memulai pekerjaannya memakai celemek khas seorang barista. Tulisan close dipintu kaca berubah menjadi open.
Beberapa menit setelah coffeshop buka para pengunjungpun mulai berdatangan.
"Nona aku pesan caffe lattenya 1, caffe macchiatonya 1 ya.."
"Baik tuan segera saya siapkan.."
Ini adalah kali pertamanya menyiapkan secangkir kopi, bagaimana cara membuatnya dengan rasa nikmat sungguh sangat sulit untuk pemula seperti dirinya.
"Tiara kau butuh bantuan?" Fransisca datang mendekat, "Ayo tidak usah ragu jika kau tidak mengerti sesuatu katakan kepadaku.." Fransisca dengan antusias mengajarinya. "Bagaimana kau sudah mengerti?"
"Terimakasih Sisca kau sungguh rekan yang baik.." usai membuat kopi segera saja dia mengantarkannya kepada sipemesan yang sudah duduk menunggu di meja nomor 3. "Permisi tuan maaf membuatmu lama menunggu."
"Tidak apa-apa santai saja.. sepertinya kau barista baru ya ditempat ini.."
Tiara mengangguk tersenyum sembari meletakan 2 cangkir kopi diatas meja, "Silahkan tuan.." Dia hanya seorang diri tapi kenapa pesan 2 cangkir kopi? Aaa mungkin dia suka minum 2 kopi dengan rasa yang berbeda.
***
Jam istirahatpun tiba, karyawan ditempatnya bekerja ada yang menyempatkan diri untuk makan diluar sedangkan Tiara dia lebih memilih untuk makan bekal yang dibawanya didalam coffe.
Menarik salah 1 kursi diantara meja dan duduk dengan santai menghadap dinding kaca. Kau bahkan bisa melihat taman kecil yang dipenuhi bunga didekat coffeshop itu. Senyumnya mengembang saat menikmati pemandangan indah dihadapannya.
Masakan Nana ternyata enak juga.. beruntungnya tuan Matheo jika mereka menikah. Ehm tidak-tidak.. Tiara menggeleng, Aku juga harus belajar memasak.
Hpnya bergetar pesan masuk dari Nana, dia mengirimkan brosur penerimaan mahasiswa baru di universitas AA Italia yang terkenal.
Segera saja Tiara membuka chatnya bola matanya membulat sempurna saat melihat biaya pendaftarannya. "36.000.000? Mahal sekali apakah universitas ini tidak membuka pendaftaran dengan jalur prestasi?"
Ternyata masih ada brosur lainnya dimana universitas AB yang mungkin bisa memberinya harapan besar untuk masuk kuliah ditempat itu. Dengan program pendaftaran siswa siswi berprestasi saat dibangku sekolah dan akan mendapatkan beasiswa tetap hingga kuliahnya selesai.
Beasiswa 20.000.000 perbulan untuk regu A, 15.000.000 perbulan untuk regu B. Dan biaya semesternya yang juga sudah ditanggung oleh sebuah perusahaan ternama yang bekerjasama dengan universitas AB.
"Aku akan mendaftar di universitas AB." pesan terkirim kepada Nana.
"Pilihan yang bagus, segera kau urus berkas-berkasnya.." pesan diterima.
Setelah membaca semua persyaratannya Tiara sedikit bimbang. "Kartu keluarga dan rekomendasi wali murid atau orangtua murid?" Tiara menghela nafas pelan lalu menyandarkan kepalanya dipucuk kursi, Kenapa waktu itu aku tidak kabur dengan membawa kertu keluarga dan yang lainnya ya?
***
Setelah pulang kerja Tiara berinisiatif untuk segera menemui Jasson di apartemennya.
Menaiki taxi biru dengan kecepatan maksimal, satu setengah jam kemduian dirinyapun sampai diapartemen Jasson.
"Tuan terimakasih, em bisakah tuan menungguku sebentar saja?" seru Tiara sembari melepas sabuk pengamannya setelah memberikan ongkos taxi tersebut.
"Maaf nona tidak bisa.. anda harus memesan jasa transportas lagi.."
"Begitukah.. tidak apa-apa terimakasih sudah mengantarku."
Taxipun melaju pergi setelah Tiara turun, terdengar lagi helaan nafasnya yang sedikit pelan.
Tangannya membuka kunci pagar, tak jauh dari pandangannya ternyata mobil Jasson ada diarea parkir itu artinya pria itu pasti ada didalam apartemen.