6. SAKIT PARAH

1082 Kata
Adrian menarik nafas dengan berat Ia pun sebenarnya tahu jika selama ini istrinya itu sudah sering sekali mengkonsumsi obat-obatan tanpa sepengetahuan dirinya. Adrian juga tahu dari dokter yang biasa dikunjungi oleh Dewi Ambarwati bahwa Dewi ambarawati sepertinya menderita penyakit yang cukup serius. Tetapi sang dokter itu sudah menyarankan kepada Dewi untuk dirawat saja tapi berkali-kali Dewi diperiksa tetapi Dewi tidak ingin dirawat ataupun menjalani terapi atau apapun itu. Pada sebuah benjolan di kepala dewi dewi sudah merasakannya beberapa bulan terakhir ini namun dirinya menolak untuk jerawat ataupun meminum obat dia hanya ingin meminum obat pereda nyeri saja yang membuat kepala yang sering sakit Dewi hanya ingin meminum itu saja. Namun sepertinya tubuh itu saat ini sudah mulai kelelahan hanya ditopang dengan obat pereda nyeri saja. "Apapun penyakit kamu,  kamu pasti sembuh Dewi. aku akan melakukan apapun untuk kesembuhan kamu.kau harus yakin bisa sembuh. katakanlah kepada dela. Della juga  harus tahu jika kamu ternah sakit . jangan biarkan kita sama-sama menyesali hal ini. Biarkan della tahu. Della harus tahu. Jangan biarkan Della merasa bersalah nantinya. Setidaknya jangan buat Della menyesal dan menyalahkan dirinya sendiri tidak menjaga ibunya ketika ibunya Tengah sakit," saran Adrian kemudian. Dewi hanya diam saja kamu dia memilih beristirahat.kepalanya mulai terasa nyeri lagi. serangkaian pemeriksaan dari atas ke bawah sudah dilakukan Dewi. rencananya besok akan kembali di lakukan CT scan di bagian kepalanya secara menyeruluh. dokter benar-benar ingin memeriksa bagian kepalanya. Apakah benjolan yang dulu makin membesar dan telah menyebar atau apa. "Mbak Dewi Maaf ya kita akan melakukan situs kan sekali lagi. Memang beberapa waktu yang lalu kita lakukan tetapi saya ingin memeriksa secara menyeluruh Apakah benjolan kemarin hanya benjolan saja ataukah sebuah tumor. Jika tumor kita harus mengangkatnya. Semoga bukan tumor. Jika tumor saya takut itu sudah mwnyebar kemana mana. Ah semoga kekhawatiran saya saja,"ujar sang dokter. Namun dokter sebwlumnya sudah bicara lebih dulu dengan adrian tentang kemungkinan, kemungkinan penyebab sakit kepala yang di derita Dewi Amabar wati. " Mungkin ini hanya sebuah kekuatiran saya saja sebagai seorang dokter Mas Adrian tetapi ada baiknya kita kembali melakukan serangkaian pemeriksaan di bagian kepala Mbak Dewi. Beberapa waktu yang lalu saya pernah memeriksa di kepalanya kepala bagian kiri mbak Dewi ada sebuah benjolan tapi Tuti Emang sebuah benjolan saja dan kata mbak Dewi Minggu lalu benjolan itu tidak mengecil karena saya harap itu hanya sebuah benjolan dan bukalah tumor. Karena itu kita harus membuka kembali Apakah isi dari tumbuh benjolan itu Apakah ini sebuah benjolan atau tumor. Saya takut jika memang itu tumor, tumor itu pasti sudah menyebar. Bisa jadi,  Itulah yang membuat kepala Mbak Dewi akhir-akhir ini menjadi sering sekali sakit. Padahal saaya sudah menyarankan Mbak Dewi untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. tetapi Mbak Dewi menolaknya karena tapi ia merasa yakin bahwa ia sehat dan tidak mau sakit apa pun karena itu dia pun hanya meminta kepada saya untuk diberikan obat pereda nyeri saja. Dan sudah beberapa kali ia meminta obat itu,"terang sang dokter "Bahkan dia bilang obat pereda nyeri itu sudah sering ia konsumsi bahkan melebihi dosis yang sering saya katakan Pak nanti saya hanya menurut Dia meminum 1 itupun jika kepala yang sedang sakit saja. Tetapi setelah saya selidiki Mbak Dewi sering sekali mengambil beli di apotek dengan dosis yang lebih. dia mengaku setiap kali minum hampir dua atau tiga kali karena sakit yang tidak kunjung hilang," jelas sang Dokter Pada adrian  "Apakah berbahaya jika diminum lebih banyak dari yang Dokter anjurkan?" Tanya adrian yang kurang paham. "Tentu saja Mas Adrian. itu juga berarti jika penyakit di kepala Mbak Dewi juga sudah semakin parah. Itu artinya satu pil saja sudah tidak bisa lagi meredakan sakit kepala Mbak Dewi Karena itulah Mbak Dewi Malah mengkonsumsi obat itu lebih banyak.  bahkan memaksa mau membeli  lagi obat itu di apotik bahkan di beberapa tempat lainnya. Saya besok akan melakukan tes keseluruhan di bagian kepala. semoga hasil tes besok bisa menjawab semua kekhawatiran kita, "jelas sang dokter lagi. Setelah menemui dokter dan mengetahui segala kemungkinan yang akan terjadi terhadap istrinya Adrian pun menangis seorang diri di salah satu sudut rumah sakit. Adrian mulai menyadari bahwa memang benar seperti yang dikhawatirkan Dewi Bahwa saat ini tengah menderita sakit yang cukup serius. "Iya sepertinya kemungkinan sakit Deqi memang cukup seriys.  Apa yang akan terjadi kepada Dewi ya Allah? Benarkah aku akan kehilangan dirinya? Semoga saja tidak kasihan deh lo dalam masa sangat kecil jika harus kehilangan seorang ibu, "ratap Adrian seorang diri. Setelah menenangkan dirinya sendiri Adrian pun kemudian menemui istrinya. Adrian harus terlihat kuat di depan istrinya Jika ia lemah bagaimana dengan Isteinya. Ia akan menghadapi penyakitnya seorang diri jika Adrian saja terlihat lemah di hadapannya. "aku harus kuat untuk Deqi.  aku tidak boleh lemah jika aku lemah Bagaimana aku bisa menguatkan Dewi. Bertahanlah Dewi aku akan mencarikan dokter dan  rumah sakit yang terbaik untuk merawat mu. Kita akan  menemukan obat untuk sakutmu. Jadi Dewi bertahanlah, "ujar Adrian terhadap dirinya sendiri kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang perawatan rawat inap sang istri. Dewi tersenyum begitu melihat Adrian yang membuka pintu. Wajah Dewi terlihat pucat bibirnya sudah putih. gigi yang nampak pernah syuting seseorang yang tengah menghadapi penyakit keras. Mungkin Dewi sudah tidak bercermin dari tadi. biasanya jika ingin shooting ia pasti akan berkaca berkali-kali. Sepertinya sudah menyembunyikan kaca itu darinya seperti yang ia perintahkan tadi sebelum pergi menemui dokter tadi. "Mas Apakah melihat cermin Di tasku? Apa Meri lupa menaruhnya ya? Rasa rasanya aku membawa cermin ku? Bagaimana wajahmu Apakah begitu buruk? Jangan-jangan sekarang seperti syuting di film-film ya wajahku pucat seperti orang penyakitan," tanya Dewi. "Kau memang sedang sakit Dewi Ku sayang tetapi kau tetap cantik. Kau jangan khawatir meski kau sakit wajahmu pucat seperti di film-film aku tetap mencintaimu kau selalu cantik seperti yang ku ingat jangan mengharapkan hal yang buruk sayangku. Kau pasti akan sembuh dan kembali cantik. Tidak akan terjadi apapun terhadap dirimu kau tenang saja aku akan mencarikan obat untuk penyakit mu itu, "ujar Adrian menenangkan. "Kalau aku tidak sembuh Bagaimana Mas? Kalau aku meninggal Bagaimana Mas?" Tanya Dewi menanyakan kekhawatiran dirinya sendiri. "Kau bicara apa Sayangku? Yakinlah kau pasti akan sembuh. kita pasti bisa menyembuhkan mu. Kita pasti bisa menyembuhkan penyakit apapun yang ada di tubuhmu itu. kau jangan khawatir akan keluarkan seluruh biaya yang seberapa besar pun itu untuk kesembuhan mu. tidak masalah yang penting kau sembuhkan  aku akan ku cari dokter dimanapun dia berada agar bisa menyembuhkan mu. akan ketemu kan rumah sakit yang bisa menyembuhkan mu. O Tenanglah, kau jangan khawatir cintaku. Kau pasti akan sembuh sayangku cintaku," hujan Adrian memeluk Kekasih sejati itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN