7. PEMERIKSAAN DEWI

1156 Kata
Pagi ini seperti yang telah dijanjikan serangkaian pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui penyakit sesungguhnya diderita oleh Dewi Ambarwati. Adrian sudah menyiapkan dirinya dia sudah mempersiapkan segala kemungkinan terburuk yang akan menimpa istrinya. Di harus menguatkan dirinya dulu sebelum ia menguatkan sang istri. Itu yang tahu dan sudah bisa meraba Jika sesuatu penyakit yang cukup parah Tengah diderita oleh sang istri. "Aku harus kuat untuk menguatkan Dewi. Aku tahu ini bukanlah penyakit biasa aku yakin ada sesuatu. mungkin tumor atau kanker atau sesuatu yang sudah seganas itu. tapi yang pasti aku pasti bisa menemukan obat untuk penyakit mu Dewiku. Tenanglah setelah mengetahui apa penyakitnya akan kucari dokter dari seluruh dunia untuk mengobati mu. Kau pasti sembuh sayangku, "ujarnya menyenangkan diri sendiri. "Mas aku akan menjalani serangkaian pemeriksaan. Della di mana Mas? Apa kau sudah memberitahu Della? Apa dia sudah tau juga kalau Aku sakit? "Tanya Dewi khawatir. "Della dirumah sayang. Dia baik baik saja bersama para penjaganya. Kau tenang saja. Seperti yang kau mau, aku tak bilang apapun padanya. Apa kau mau menelponnya sekarang?"tanya Adrian. "Aku mau mas. Tapi Della akan melihat wajahku yang pucat dan menyedihkan ini,"ujar dewi sedih. "Kau kan bisa bilang sedang shooting sayang. Anggap saja begitu. Kau bisa bilang begitu pada Della, agar Della tidak terlalu khawatir. Em?"ucap Adrian. Dewi mengngguk. Sudah dua hari Ia tak melihat Della. Menciumnya serta merapikan rambutnya seperti yang biasa dewi lakukan. Dewi begitu rindu anak gadisnya itu. Tak sabar rasanya mendengar celoteh dari mulut kecilnya yang bercerita banyak hal. Teman teman di taman kanak kanaknya. Kesehariannya dan semua hal yang ia lakukan sepanjang hari. "Ijinkan Aku menelpon Della ya sayang Aku ingin sekali melihat della sekarang. entah kenapa aku merasa sepertinya waktuku semakin dekat. aku benar-benar ingin menatap della untuk terakhir kalinya,"pinta Dewi Ambarwati kepada suaminya andrian pratama itu. " Iya Dewi aku akan menelepon Della saat ini juga tapi jangan bilang seperti itu juga kau merasa waktumu makin dekat aku sudah membawamu ke rumah sakit dan pemeriksaan akan segera dilakukan aku mohon bertahanlah kita akan segera menyembuhkanmu Kau pasti bisa bertahan Dewiku kumohon bertahanlah demi anak kita kasih Andela Kumohon Kau pasti sembuh sayang," ucap Adrian memeluk istri tercintanya itu. " Telepon segera Dela Aku ingin segera melihatnya," pinta Dewi lagi Adrian pun segera menelpon asisten pribadi Della yang juga merangkap sebagai Baby Sister darah kemudian diapun segera memberikan kabar jika diletakkan ada di taman dan tengah bermain di taman seorang diri. "Dela Dela sedang mainnya sayang?" tanya dewi amarwati kepada Putri Tunggal yaitu Della. Della nampak tersenyum dan senang melihat ibunya. " ibu... ibu sedang apa? Kok seperti sedang ada di rumah sakit? "tanya Della heran. Adrian segera nempel kepada Dewi dan langsung menjawab pertanyaan dialog tersebut. "Ibu lagi syuting film sayang Ibu lagi pura-puranya lagi demam jadi sedang ada di rumah sakit ini ayah lagi nemenin Ibu karena dipinta buat ada bagian ayahnya juga Della baik-baik ya di sana jangan nakal ya sayang," ucap Adrian berbohong kepada Putri tunggalnya itu. "Mas Kenapa Bohong.sama Della? harusnya katakan saja ibunya sakit. kenapa mas?" tanya Dewi Ambarwati heran Padahal dia belum selesai bicara tetapi Badriah sudah menyelesaikan telepon tersebut membuat Dewi menangis. "kamu tidak sakit Dewi. kamu akan sembuh. Mas akan mendapatkan obat buat kamu dan menyembuhkan kamu. membuat kamu kembali pulang dalam keadaan sehat walafiat. Kita akan bersama-sama lagi, sama Mas dan juga della. mas tak ngin kamu pergi Dewi, jadi kamu harus sembuh. kita pasti bisa menemukan obatnya," ucap Adrian optimis. Dewi hanya mengusap air matanya dan tidak bisa mengatakan apapun. tidak lama kemudian dokter pun datang dan mengajak Dewi serta adrian untuk segera melakukan pemeriksaan. pemeriksaan pertama dilakukan di bagian kepala. dilakukan beberapa kali foto CT Scan untuk melihat bagian kepala Dewi. Kenapa harus minum obat nyeri kepala beberapa kali bahkan kerap kali menambah dosis obat pereda sakit kepala itu. Setelah dari ruangan sitisken Dewi Ambarwati dan suaminya juga menuju ruang laboratorium untuk memeriksa darah dan juga urine Dewi. "masa pemeriksaannya masih lama? aku sudah rindu dan ingin pulang Mas?" tanya Dewi tidak betah. "tunggu ya satu jam lagi Dewi kita pasti akan segera mengetahui Penyakit apa yang diderita Yang kenapa nyeri kepala tidak hilang-hilang. sabar lah namanya juga lagi sakit tidak mungkin kau di rumah terus sayang. setelah Penyakit ini sembuh kau akan di rumah dan kita akan berlibur bersama yah ucap Padri yang menyenangkan istrinya. Dia mulai gelisah dan tidak tahu kenapa hari ini begitu bawel sekali rasanya Dewi tidak pernah mengeluh dan bawel tentang apapun. tetapi hari ini adrian, Ia yang merasa juga istri tersayang itu selalu mengeluh dan ingin pulang bahkan meminta ini dan itu membuat ia merasa heran sendiri. "Kenapa Dewi begitu bawel dan terlalu banyak meminta ini dan itu hari ini? Apakah benar Ya Allah jika Dewi sebentar lagi akan pergi untuk selama-lamanya? jika memang benar Jelaskan bahwa hati ini entah kenapa aku merasa tidak ikhlas Jika dia harus pergi secepat itu. anak kami masih kecil ya robb Kumohon ikhlaskan lah aku Jika Itu Memang Yang kau tetapkan untuknya," ucap Adrian menatap sendu istrinya dengan berbaring di ruang perawatan tersebut. satu jam kemudian ketika Dewi Ambarwati Tengah baru istirahat ada yang dipanggil ke ruangan dokter yang menangani Dewi Ambarwati. " Pak Adrian kami sudah mengetahui Penyakit apa yang diderita istri bapak bisa melihat ke sini sebentar Pak? "Dokter kemudian mengajak Adrian untuk melihat beberapa gambar CT scan kepala Dewi Ambarwati yang tadi sudah diambil. "apa itu.dok?"tanya Adrian heran melihat salah satu gambar. "ya Pak Adri lihat sendiri ya Ini gambar ini sedikit bahannya bukan tanda tanya ini adalah sebuah benjolan yang ada di kepala Ibu Dewi ambarawati kita harus mengambil dan menghilangkan benjolan ini benjolan Ini adalah sebuah tumor ganas. Saya harap benjolan ini hanya satu ini dan belum menyebar ke mana-mana jika benjolan ini sudah hilang Sepertinya sakit kepala Ibu Dewi Ambarwati akan sedikit mereda kita harus segera sungkan operasi hari ini juga," ujar dokter itu kemudian. "Iya dokter lakukan saja apapun yang terbaik untuk istri saya dan selamatkan dia. jam berapa operasi akan dilangsungkan?" tanya Adrian mensetujui proses operasi tersebut. "pukul 6 sore Pak Adrian. lebih baik lebih cepat lebih baik Pak Adrian karena sebelum melakukan operasi sebaiknya Ibu Dewi Ambarwati tidak makan dan minum dulu untuk berpuasa untuk melangsungkan operasi ini semoga saja.operasi ini tidak berlangsung lama karena sepertinya benjolannya hanya kecil saya harap tumor itu belum menyebar kemana-mana,"kata dokter. Adrian pun segera menandatangi proses operasi tersebut. pukul 6 sore Dewi Ambarwati pun segera digiring menuju ruang operasi. sebelum masuk Dewi Ambarwati berkata kepada suaminya itu. "mas Adrian jika ini adalah saat terakhir aku menatapmu, maka Maafkanlah aku yang belum bisa menjadi istri dan ibu yang sempurna untukmu dan Della mas. Maafkanlah segala dosa-dosaku ya Mas. aku mohon ikhlaskanlah kepergianku jika operasi ini nanti gagal," ucap Dewi Ambarwati menatap suaminya itu. " bicara apa dewi? operasinya akan berhasil. bersabarlah aku menunggumu di luar. Della juga menunggumu di rumah. kau pasti sembuh sayang. Aku sudah memafaatkanmu. mas ikhlas dan ridho atasmu Dewi,"kata Adrian. "Terimakasih banyak mas,"ujar Dewi. dewi ambarwati kemudian digiring.ke meja operasi. hampir lima jam lamanya operasi berlangsung.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN