HARI YANG BERAT

1301 Kata
operasi Dewi Ambarwati yang dilakukan tepat pukul 6 sore itu berlangsung hingga 7 jam lamanya. tepat pukul 1.10 dini hari operasi itu pun selesai Adrian Pratama yang menunggu di luar ruang operasi pun sampai terkejut ketika melihat Dewi ambarawati yang sudah dikeluarkan dari ruang operasi menuju ruang perawatan dia pun segera mendekati sang dokter untuk mengetahui bagaimana keadaan Dei. " dokter Bagaimana keadaan Dewi? apa rasanya bagaimana? "tanya Adrian sedikit khawatir. " operasi kali ini berjalan dengan sukses Pak Adrian tapi sepertinya tumor itu sudah memiliki anak ada beberapa benjolan kecil yang terlihat tapi saya tidak bisa untuk mengambilnya karena Bagian kecil itu masuk ke dalam otak kecil Ibu Dewi Ambarwati Kita harus melakukan sesuatu Pak durian Sebelum terlambat saya merasa otak kecil yang sudah terkena tumor ada beberapa bagian yang tidak biasa di sana saya benar-benar melihat langsung ketika melakukan operasi tadi ingin saya mengambil dan mengangkat sel tumor kecil di bagian otak kecil itu tetapi itu akan berpengaruh kepada kesadaran Ibu Dewi Ambarwati. saya takut jika saya mengangkat tumor kecil itu malah membuat Ibu Dewi Ambarwati malah koma dan tidak sadarkan diri karena itu sangat berpengaruh kepada jaringan otaknya," ujar dokter. "jadi maksud dokter, operasi ini bisa dibilang gagal? masih ada sel kanker di bagian otak kecil Dewi Ambarwati dan itu tidak bisa diangkat begitu kan maksud dokter?" Adrian kecewa. "operasi ini tidak bisa dibilang gagal Pak Dayan karena kami bisa mengangkat sel tumor yang besar bapak bisa lihat sendiri jika ditimbang itu hampir setengah kg jadi itu sudah sangat berpengaruh sekali sungguh sangat disayangkan sekali tidak ada benjolan yang keluar dari kepala Ibu Dewi Ambarwati. seharusnya jika memang ada benjolan sebesar itu benjolannya akan terlihat dari luar namun Sayangnya tidak ada benjolan itu hanya memendam dirinya di dalam kepala Ibu Dewi membuat beberapa bagian di kepalanya terhimpit oleh benjolan tumor itu," jelas dokter lagi. "Jadi apa yang bisa.Kita lakukan?"tanya Adrian. " kita harus menunggu Ibu Dewi Ambarwati siuman kita harap operasi tadi benar-benar Berhasil agar bisa melakukan operasi selanjutnya. saya bisa memisahkan beberapa bagian kecil dari tumbuhan tersebut dan mengangkatnya semoga operasi bisa kita langsung kan seminggu kemudian," ucap dokter itu. " Kenapa lama sekali dokter tidak bisa ke dilakukan lebih cepat? "tanya adrian yang gelisah. " bisa saja kita lakukan lebih cepat Pak Adrian. Saya hanya takut kondisi tidak memungkinkan dan Ibu Dewi Ambarwati tidak siuman juga karena tadi sudah hampir 7 jam lamanya di meja operasi. Bagaimana mungkin kita harus langsung operasi lagi jika pertama saja belum dipastikan bisa menyadarkan Ibu Dewi atau tidak,"ucap dokter kemudian. Adrian hanya diam saja menunggu dan menunggu itulah yang ia lakukan hampir semalaman ia terjaga di samping Dewi Ambarwati menunggu dan berharap agar Dewi Ambarwati segera bangun. namun ketika pagi menjelang dan matahari sudah mulai meninggi Dewi Ambarwati tidak juga sadarkan diri dokter mulai memeriksa dan menyatakan Jika Dewi Ambarwati berada ia mengatakan bahwa Dewi Ambarwati benar-benar sudah koma dan tidak bisa dilakukan operasi saat ini. "operasinya tidak bisa saya lakukan sekarang Pak Andrian. lihat saja operasi selama 7 jam 5 malam membuat Ibu Dewi ambarawati, bisa saja Ibu Dewi malah akan lumpuh ketika sadar nanti jika kita memaksakan operasinya saat ini saya tidak bisa melakukan itu karena itu kita harus menunggu sampai komanya bu.Dewi usai,"kata dokter. 2 hari lamanya Dewi Ambarwati terbaring koma di rumah sakit ia tidak juga sadarkan diri. Hal itu membuat Adrian Pratama menyerah dokter pun menyuruh Adrian untuk mengikhlaskan segala kemungkinan yang terjadi tidak pernah ada orang yang selamat dari kematian.setelah koma selama 2 hari dari operasi. ini adalah hari ketiga adalah Dewi Ambarwati terbaring, di rumah sakit Adrian yang mulai mengiklaskan istrinya itu mulai mengucapkan kata-kata kepada sang istri untuk membuat Dewi merasa sedikit tenang di alam bawah sadarnya. "Dewi mas mencintai kamu. tapi jika kamu sudah tidak kuat lagi pergilah sayang. kamu bilang waktumu sudah hampir tiba, sudah dekat bukan? Mas sudah mengikhlaskan mu. tidak perlu kau risaukan tentang Della. mas akan menjaganya, merawatnya dan membesarkannya. kau tidak perlu mengkhawatirkannya. mas akan menjaganya dengan segenap jiwa. memberinya keseluruhan kebahagiaan sebagai seorang ayah dan juga sebagai seorang ibu. kamu tenang saja. Mas akan menjaganya. Pergilah dengan tenang. Mas sudah mengikhlaskanmu. Mas udah memaafkan segala dosa-dosa yang kau lakukan. mas sudah sangat Ridho atas mu Dewi. Pergilah dengan tenang Istriku Sayang. aku sangat mencintaimu. Pergilah jika itu bisa mengurangi rasa sakit yang kau diderita," ucap Adrian di samping telinga Dewi Ambarwati. tepat disaat yang sama Dewi Ambarwati meneteskan air matanya tanpa membuka matanya lagi. di saat yang sama pula, jantung Dewi Ambarwati pun terhenti, membuat suara nyaring di ruangan rawat inap tersebut. Hal itu membuat Adrian kalang kabut dan menjerit histeris memanggil para dokter dan suster untuk mendekat melihat kondisi Dewi Ambarwati yang sudah Kehilangan nyawa dan telah pergi untuk selama-lamanya. "Dewi Ambarwati ku sudah pergi untuk selama-lamanya Pergilah Dewiku. Mas yang akan menjaga anak kita saat ini," ucap Adrian ikhlaskan kepergian sang istri. ** Della kecil pulang kerumah dengan berat. Ia banyak diam. para penjaganya kebingungan. Anank yang biasa ceria itu mendadak bungkam. "Neng kita main yuk?"ajak pengasuhnya coba menghibur. Dari pulang dari pemakaman Della hanya diam dan melamun. Della diam saja, tak menyahut. bahkan terlihat seperti tidak mendengar perkataan pengasuhnya. Della hanya memperhatikan orang yang ilir mudik di rumah besar miliknya itu banyak orang yang masih saja merapikan rumah itu. nanti malam akan diadakan tahlilan malam pertama sementara sang Ayah sibuk melayani para tamu sesekali tersenyum berusaha Tegar. para tamu menyalami sang ayah ketika baru saja tiba menyebutkan kata-kata Tegar untuknya kemudian ada juga yang pulang dan kembali menyalami sang ayah kembali lagi menyebutkan kata-kata sabar dan tawakal untuk ayah satu anak itu Ia baru saja kehilangan istrinya untuk selama-lamanya tanda Dewi Ambarwati sudah pergi untuk selama-lamanya sekarang Yang ada hanyalah Dela Dela kecil yang seorang diri yang selama ini selalu ditinggal oleh kesibukan tangki bunda di dunia hiburan meskipun dia dihibur oleh banyak orang tetapi kini ibundanya layang kami ia rindukan tangan kekar yang selalu melindunginya mendekapnya dengan hangat ketika baru pulang dari rumahnya. meskipun Della sering ditinggal ibunya pergi mengurus urusan bisnis ataupun dunia keartisan jelas sekali ibunya bahkan terkadang menyusu ibunya ke tempat lokasi syutingnya meskipun hanya syuting 3 kali dalam 1 minggu tetapi ibunya Terkadang juga mendapatkan syuting tambahan lainnya. "Della mau nyamperin Ayah nggak? ayo sini Mbak temenin ujar sang pengasuh kemudian paham karena tadi DeLa terus aja melirik ayahnya namun tak melirik dirinya. "nggak usah Mbak Takutnya nanti ayah malah ke ganggu kan kedatangan della kesana. lihat aja dari tadi nggak pernah berhenti berhenti tamu yang datang. Della juga dari cuman ngeliatin Ayah aja kok gak pengen nyamperin Ayah. Memangnya apa yang bisa della lakukan untuk menghibur ayaj? nggak ada sama seperti mbak ke della. nggak ada yang Mbak bisa lakukan untuk dilakukan selain menemani Della duduk di sini ya kan mbak? sama seperti yang bisa saya lakukan untuk ayah hanya menatap ayah. apa bisa menghibur dan meredakan kesedihan ayah tapi mereka semua yang datang itu juga sama saja. mereka hanya datang mengalami tangan ayah masuk dan kata-kata sabarnya lalu kembali lagi, setelah hari ini ayah kembali sepi. sepi yang sesungguhnya. Iya kan mbak?" ucap Della yang tanpa berkedip menatap sang ayah dari jauh. "Iya Della benar. hari ini karena hari pertama perginya Bunda jadi hari ini masih rame. setelah hari ini ya paling lama juga 40 harinya Bunda rumah akan rAme terus, tsayang tapi kamu bener banget setelah hari ini semuanya akan sepi yang sesungguhnya Apalagi setelah para tante-tante kamu om om kamu kakek dan nenek kamu pulang. kita barulah terasa ada yang beda. biasanya pagi-pagi Ibu Dewi sudah membangunkan kamu. memberikan kamu sarapan dan membantu kamu memakai pakaian kamu. tapi sekarang sudah tidak ada lagi Mbak jadi sedih banget rasanya. kamu yang kuat ya Sayang. ada Mbak di sini buat kamu. semoga aja kita nggak bisa terus nemenin kamu," ujar baby sisternya itu memeluk Della.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN