Della melangkah pelan menyusuri rumah yang kini telah sepi. Ini bulan ketiga setelah Dewi Ambar Wati pergi untuk selamanya.
Dua bulan kemarin, rumahnya masih ramai. Namun kini setelah bulan ketiga datang, Rumahnya jadi sepi. Benar terasa ketiadaaan Dewi sebagai ibundanya.
Dewi Ambarwati sering bepergian untuk urusan kerjanya sebagai seorang selebritis papan atas. Syuting ke luar negri dan kunjungan sebagai bintang tamu acara acara penting lainnya. Juga terkadang menemani Adrian urusan bisnis perusahaan mereka. Kadang kala hingga dua bulan bahkan tiga bulan.
"sekarang sudah tiga bulan lamanya Ibu pergi baru benar-benar terasa kepergian ibunda aku ya Allah seperti ini rasanya ketika ibu sudah pergi usia aku baru 12 tahun usia seharusnya Aku tengah manja-manja nya dengan ibu dan menceritakan masa remajaku dan sekarang ibu sudah pergi untuk selama-lamanya kepada siapa aku harus bercerita? Ayah juga Ayah malah sibuk dalam perusahaan dan makin sibuk saja padahal biasanya akhir pekan ayah akan ada di rumah bersama kami atau setidaknya menyempatkan dirinya untuk meluangkan sedikit saja waktunya untuk ku sekarang kau sudah tidak ada ibu begini Ayah Makin sering keluar dan tidak mengabari aku,"keluh Dela yang saat ini berusia 12 tahun.
"Neng dela lagi ngapain di pinggir kolam di sini sendirian? enggak baik lo Non melamun sendirian nanti malah jatuh ke dalam kolam loh,"ujar pengasuhnya yang telah Setia selama bertahun-tahun ini menemaninya.
"nggak papa Mbak aku cuman lagi ngelamun aja ternyata begini ya rasanya ditinggal ibu bersama lamanya. biasanya kan Ibu memang sering banget pergi sebulan dua bulan bahkan yang 4 bulan lamanya. Tapi sekarang ibu udah pergi selama lamanya. Nggak lagi nelpon aku nggak nganbarin aku nggak video call-an aku udah nggak ngabarin aku lagi,"ucap Della dengan nada sedih.
"yang sabar ya mbak Dela ini sudah ketentuan dari Allah Mbak pasti bisa menghadapinya non Dela adalah orang yang kuat. Non pasti bisa. Sabar mbak, kan ada ayahnya non. tuan Adrian. apa perlu kita telpon tuan sekarang?"tanya Pengasuhnya.
Della menggeleng pelan, menatap air kolam dengan sendu.
"nggak usah Mbak enggak usah gangguin Ayah dulu kayaknya beberapa waktu ini aku lihat Ayah sibuk banget ngurusin perusahaan. mungkin Ayah lagi sibuk deh sama perusaan. Jadi mendingan kita nggak usah kita ganggu dulu ya mbak. aku takut malah Ayah jadi marah. beberapa waktu yang lalu kayaknya dua hari yang lalu deh, aku nelpon ayah dan ayah lagi ada meeting. jadi ayah marah-marah sama aku jadi nggak usah lagi cuma gangguin ayah kalau lagi kerja mbak. biarin aja ayah sibuk sama kerjaannya mbak," ujar Della mengeluh.
"mbak Dela yang sabar ya Non buat juga dengan tatapan waktu yang lalu si beberapa sopir ngeluh katanya dengar-dengar kabar kelulusan lihat aja masalah keuangan makanya itu mungkin Bapak jadi marah-marah sama Non. yang sabar ya mungkin Bapak Adrian lagi punya masalah jadi pelampiasan sama non Della. karena kebetulan saat itu non Della nelpon pak Adrian. sabar aja ya non," ujar mbak pengasuhnya menenangkan Della.
"ia Mbak aku udah sabar banget kok ini tuh. udah Seluas Samudra kok kesabaranku ini," ucap Della tertawa.
"Non dela ini bisa aja. ayo kita masuk kedalam yuk. non mau aku bikini apa?"tanya sang pengasuh lalu mengajak Della masuk.
hari-hari pun berlalu dengan cepatnya. hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. tidak terasa sudah bertahun-tahun dewi ambarwati pergi meninggalkan dunia ini, meninggalkan putri semata wayang nya tersebut di rumah besar milik mereka adrian pratama pun masih sibuk dengan perusahaan mereka yang selalu keuangan yang goncang gaanjing itu.
" sekarang udah besar ya non Della. Jadi udah berasa tua sekarang mbak. Tapi udah berapa tahun ya kita sama-sama? Mbak Della aja udah 12 tahun sekarang ya non? kayaknya Mbak udah hampir 15 tahun Deh kerja di rumah ini sama Pak Adrian. Semoga aja bisa selamanya nemenin non dela sampai nanti non Dellanya menikah, bahkan nemenin non dela ketika sudah punya bayi dan punya anak," ucap sang pengasuh berharap.
"ya ya Mbak Mbak udah lama banget temenin aku bahkan dari aku kecil dari aku bayi udah ada Mbak. terima kasih banyak ya mbak,"ujar Della pada emban pengasuhnya sambil memeluknya erat.
"Iya adalah kamu sekarang sudah besar. kamu juga harus mandiri. jangan terus bergantung dan meminta bantuan sama mbak ya. tapi sebenarnya kamu juga sudah Mandiri Kok. bisa mbak sendiri. Kamu sudah mulai dewasa dan mau mengerjakan semuanya sendiri. emang bener-bener hebat. almarhum ibundamu Pasti sangat bangga sekali atas semua hal yang telah kau lakukan dalam hidupmu Della. aku yakin sekali jika Ibu Dewi Ambarwati masih hidup, dia pasti sangat bahagia melihat kau yang sekarang sudah bisa mandiri sendiri. aku benar-benar merasakan kemandirianmu itu Della. Ra aku seperti ibumu juga memperhatikanmu dari pagi hingga malam. aku bernama dan melihat kau sudah bisa mandiri Della. berbeda dengan Anak Asuhan teman-temanku yang lain Della. sungguh, ku akui kau sudah Mandiri,"ujar pengasuh della padanya.
"ah mbak terlalu memuji dalam bagan tidak sendiri itu Mbak. pada kadang Della juga meminta bantuan Mbak juga ya kan kadang-kadang apa yang dia tidak bisa pasti dia bakal manggil Mbak juga Kan? Adel hanya belajar apa yang bisa lakukan sendiri model lakukan sendiri saja Mbak. lagipula sepertinya Della perhatikan Ayah mulai sibuk tidak selamanya juga ya kan bisa membantu Della sama seperti mbak Dela rasa Mbak juga enggak bisa selamanya membantu Dela,"Dela tersenyum kepada pengasuhnya itu.
"Della, itu tidak benar. Apapun itu, mbak pasti akan berusaha membantu Della. Jadi kalau ada hal apapun bicara sama mbak ya. Oh ya kalau ada hal yang Della nggak bisa, Della bisa juga nanya sama mbak kok, ya,"ujar sang pengasuhnya pada Della.
Della pun tersenyum ceria. Della sangat beruntung sekali, meski hari harinya berubah sejak kepergian ibundanya, tapi masih banyak yang peduli padanya. Terutama orang orang yang telah lama bekerja dengannya dan keluarganya.
Adrian Pratama makin sibuk saja dengan perusahaannya tetapi selalu berusaha memahami kesibukan sang ayah dan tidak berusaha untuk memaksakan sang ayah untuk selalu menemaninya. Della paham betul jika Adrian dibutuhkan untuk perusahaannya. della terus dan terus mencoba memahami sang ayah yang terus saja sibuk dengan perusahaannya itu. kadang kala Ayahnya Ada di rumah tetapi sebentar kemudian Ia pun harus pergi lagi.
jalur komunikasi mereka pun saat ini hanya melalui handphone saja. itu pun sudah jarang sekali della lakukan. Della benar benar tidak ingin mengganggu sang ayah. keuangan della pun selalu terpenuhi oleh adrian. belumlah uang itu habis della sudah mendapatkannya lagi di ATM yang selalu diberi adrian secara penuh setiap minggunya. jadi sebenarnya Della benar-benar tidak membutuhkan adrian terlalu banyak.
semua hal yang dibutuhkan pun sudah terpenuhi di rumah. tetapi rasa kesepian seorang anak selalu saja hadir benaknya Della. tetapi sekali lagi, Della sama sekali tidak bisa memaksakan kehendaknya untuk selalu berada di sisi sang ayah apalagi di saat-saat seperti ini.
Kadang Della merasa Iri kepada teman-temannya yang lain. ayahnya juga Seorang pebisnis, seorang pimpinan perusahaan besar. tetapi masih sempat menemani teman-temannya, anak-anak mereka liburan. bahkan ke terkadang keliling di mal untuk berbelanja bersama tetapi tidak dengan Dela tidak sekalipun ayahnya Adrian Pratama Seorang pebisnis terkenal itu menemani Della untuk jalan-jalan. Bahkan akan mengantarnya sekolah pun tidak pernah.