SATU PERSATU MEREKA PERGI

1230 Kata
Della membuka matanya perlahan. Jam sudah menunjukkan pukul lima pagi. Della segera membasuh wajahnya dengan air wudhu, lalu menunaikan sholat subuh. "Alhamdulillah masih bertemu dengan hari yang baru dengan sudah bisa menunaikan salat subuh sendiri tanpa ada lagi dibangunkan oleh Mbak. Alhamdulillah ya Allah aku sudah mulai Mandiri dan bisa sendiri Terima kasih ya Allah telah membantu dan membuatnya sendiri ini," ujar Della kemudian merapikan lagi mukenanya Kemudian Turun ke bawah menuju dapur yang mulai sibuk dengan aktivitasnya sehari-hari. "Wah tenda kemah mbak Dela udah bangun? jam berapa ini? mimpi buruk ya Tadi Mbak? Della mau apa? minum? makan? atau lagi lapar ya sayang ? bentar ya Mbok siapin dulu," ujar pembantunya yang tengah sibuk membuat sarapan pagi mereka. " nggak usah Bu Ratmi Della udah bangun dan udah salat subuh aja kok nggak mau makan dan nggak juga mau minum. apa yang bisa bantuin buat mbok Ratmi? "tanyanya Della yang membuat pembantunya itu terkaget-kaget. "Della mau bantuin? nggak usah non, nanti di marah tuan. nonton tivi aja ya,"pinta mbok Ratmi. Della ingin memaksakan kepada pembantunya itu untuk membiarkan dirinya tetap berada di dapur tetapi Ratmi tua tidak ingin agar Tuan mudanya itu kerepotan dia juga tidak ingin agar Tuan besarnya marah karena melihat Tuan mudanya itu tengah ada di dapur membantu dirinya, Karena itulah Della memahami keinginan Ratmi dan kemudian pindah ke ruangan lain untuk melihat apakah ada sesuatu yang bisa Ia bantu atau tidak. Della pun beralih ke ruangan yang lain nampak pembantu yang lain Tengah merapikan rumah. membereskan dan mengelap elap beberapa barang barang antik milik sang Ibu. Della pun mendekatinya kemudian sama seperti kepada rarmi dia pun bertanya apakah ada hal yang bisa saya bantu atau tidak. Sang pembantu itu pun kaget dan kemudian bertanya apakah Della ada sesuatu yang dibutuhkannya atau tidak. Della menggeleng. Ia hanya bertanya apakah ada sesuatu yang bisa dibantu Della atau tidak sama pembantu itu menggeleng dan menyuruh dia untuk menonton televisi saja sama seperti Ratmi tadi yang menyuruh Della untuk menonton TV saja daripada membantunya di dapur. "Mbak ada yang bisa bantuin nggak? ambilin air atau lap lap barang juga nggak papa? atau Del aja yang yang nyapu?" ujar Della kemudian mengambil sapu dan mulai menyapu. pembantunya itu pun segera mengambil gagang sapu dari Della. Della twrpaksa melepaskannya. "nggak usah mbak Dela. nggak usah Mbak Dela. mbak nonton TV aja gih atau mbak Dela mau makan? bibi ambilin aja ya? Mau makan apa Mbak? atau mau minum? mau bikin s**u? atau teh hangat?"tanya pembantu itu kepada Dela. Dela pun menggeleng tak dapat tidur. "Oh mbak Dela nggak mau makan nggak mau minum. Ya udah Bibi hidupin TV aja ya. Mbak nonton TV aja ya. Sekarang juga masih gelap lo mba,"ujar pembantunya itu kemudian menyalakan televisi tetapi Della mematikan yang kemudian beralih ke halaman depan. della pun melihat tidak ada siapapun di halaman. jadi dia pun mengambil sapu lidi panjang kemudian mulai menyapu halaman. tidak Berapa lama supirnya pun keluar dan mulai menyalakan mobi.l kemudian mengambil selang air dan mencuci mobil ayahnya, Adrian Pratama. Ia pun kaget melihat Nyonya mudanya itu Tengah menyapu halaman. dia pun segera menghentikan aktivitasnya mencuci mobil dan mendekati Della. "non Della lagi ngapain?"tanya sang sopir pada Della. Della yang tengaj menyapu sambil bersenandung itu pun terkejut. "Ah mang Diman, bikin kaget aja,"ujar Della. "Non kaget? aduh maaf. Non ngapain nyapu disini? nanti mamang di marah tuan loh non. udahan ya nyapunya,"pinta sang supir padanya. "Ih kenapa sih semua enggak boleh di dalam tadi bantuin di dapur gak boleh. bantuin di dalam nyapu dan beres-beres nggak boleh juga.. sekarang juga mau beresin halaman juga nggak dibolehin sama Mang Diman jadi dah lah enggak boleh ngapa-ngapain gitu? Dara kan cuma bantuin aja? lagian nggak kenapa-kenapa ini juga kok Mang Diman udah beresin aja itu mobilnya Ayah di mandiin aja tuj mobilnya. Biarin Della yang beresin halamannya. dikit lagi beres kok,"ujar Della. Diman hanya diam saja, Della pun melanjutkan menyapu. Tak lama menyapu halaman pun selesai juga. Della tersenyum puas. Lalu membereskan barang yang tadi Ia gunakan untuk menyapu halamannya. setelah membantu menyapu dalam rasa cukup puas dia pun kembali ke kamarnya dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah dalam Andi dan mencari pakaiannya sendiri setelahnya dia pun merapikan buku bukunya lalu Turun ke bawah mengambil sarapan dan membuat s**u sendiri semua orang sangat terkejut sekali atas tingkahnya tersebut tetapi pengasuhnya tersenyum melihat darah yang mulai Mandiri tersebut. Setelah selesai dia mengajak sopirnya untuk segera pergi ke sekolah pada hari masih jam 6.15 WIB ayahnya saja belum turun untuk sarapan. "masih pagi non, sudah mau pergi?"tanya pengasuhnya. Iya mbak, berangkat sekarang saja,"ajak Della. pengasuhnya pun menurut saja Kemudian memanggil sopir. Mereka pun segera pergi berangkat ke sekolah. Dela ditemani berangkat ke sekolah. sementara Della pergi ke sekolah pengasuhnya akan menunggu di dalam mobil, hingga Della pulang. selepas pulang sekolah seperti biasanya dilakukan mengikuti pelajaran tambahan tanpa pulang dulu ke rumahnya Della langsung berganti pakaian di dalam mobil kemudian makan siang lalu diantar kembali sopirnya menuju tempat kursus nya. setelahnya dia ada kegiatan-kegiatan yang lainnya. sampai di rumah pukul 4 sore. Della cukup kelelahan dengan aktivitasnya yang cukup padat tersebut. mendapati rumah yang sepertinya berbeda dari biasanya, Della menjadi heran. " pada kemana ya Mbak? kok kayaknya sepi?" tanya Della heran. pengasuhnya itu pun menggeleng karena sejak pagi tadi Bukankah dia juga pergi bersama Della dan tidak menahu mengenai sepinya rumah mereka. pengasuhnya itu pun pergi ke dapur mengambilkan segelas air air minum untuk nona kecilnya tersebut. Ia pun tidak menjumpai asisten rumah tangganya yang biasanya ramai di dapur yang kali ini hanya dilihatnya mbak Ratmi saja yang tengah berkutat di dapur. merasa pengasuh Della tersebut pun bertanya kepada mbak Ratmi. "pada kemana ya? kok kayaknya sepi banget mbok? lagi pada ngerumpi du sebelah apa ya?"tanya pengasuh Della pada mbok Ratmi. Bu Ratmi wajahnya berubah sedih dapat menceritakan jika tadi kan besar mereka satu persatu menyuruh asisten rumah tangga yang lain untuk Berhenti bekerja supir pun hanya ada dua saja yaitu supir untuk mengantar Della satu lagi supir untuk mengantar tuan besar mereka bepergian yang satu lagi sudah di berhentikan satpam juga sudah hanya ada dua saja satu untuk si anak satu untuk malam pergantian silih berganti menjaga siang kadang juga bergantian menjaga malam jadi para pekerja di rumah besar itu pun sudah membereskan barang mereka, dan sudah pergi sejak tadi. pengasuh Della sudahlah itu pun segera menyampaikan apa yang baru saja didengarnya kepada della adalah benar-benar sangat terkejut sekali jika para pekerja mereka sudah banyak yang berhenti. Della benar-benar sangat terkejut sekali bahkan para asisten rumah tangga itu sama sekali tidak ada yang menunggu dirinya untuk berpamitan. padahal pagi tadi mereka semuanya masih beraktivitas normal. sama sekali tidak ada yang membicarakan berhenti bekerja. Tidak ada tanda-tanda jika mereka akan berhenti bekerja. seharusnya ayah mereka setidaknya memberikan tenggat waktu hingga besok pagi. setidaknya Della Bisa menyampaikan kata maaf kepada mereka semua jika dalam sudah memiliki kesalahan selama mereka bekerja di rumah ini. Namun nyatanya ayahnya sama sekali tidak memberikan waktu itu dan sudah menyuruh mereka pergi bahkan tidak lagi menunggu della pulang dari sekolah dan kegiatannya. "Ayah kok jahat sekali ya Mbak, nggak nungguin Della dulu nyuruh asisten pada berhenti. Seharusnya kan tungguin Dela pulang dulu baru suruh Mereka pergi. mungkin Della punya salah sama mereka, dan belum sempat meminta maaf kepada mereka semua,"ujar Della dengan nada sedih. malam harinya kesedihan della makin bertambah tambah juga. ayahnya memanggilnya Adrian Pratama langsung mengajak della berbincang-bincang. "Della, Della sekarang sudah SMP, sudah besar. Apakah Della, Della masih pantas terus didampingi oleh pengasuh seperti itu?" tanya andrian kepada putri semata wayangnya itu. "Tidak ayah, Sella juga sebenarnya malu, apalagi sekolah juga di tungguin gitu,"ujar Della. " nah baguslah kalau Della juga sudah berpikir sama seperti ayah. jadi della gak butuh lagi kan pengasuh? itu artinya della sudahlah juga sudah besar. juga maaf jika ayah terburu-buru minta ini kepada della, tetapi sebenarnya kita sedang kesulitan keuangan. jadi satu persatu asisten rumah tangga kita sudah mulai ayah kurangi. mungkin nanti kalau keuangan kita sudah stabil baru bisa ditambah lagi. Della juga sudah besar sudah bisa mandiri, jadi ayah kasih Della hingga akhir bulan untuk sama pengasuh Della. Ayah mohon berusahalah mandiri meski itu sulit. Lakukanlah semua sendiri jika Della bisa. bantulah mbok Ratmi pekerjaan yang Della bisa, hem, maaf, mulai tanggal satu nanti pengasuh Della akan ayah berhenti kan. maaf jika itu sulit bagi Della,"ujar Adrian. Tanpa menunggu jawaban Della, Adrian berdiri meninggal kan putri semata wayangnya itu berpikir sendirian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN