PERUBAHAN

1062 Kata
"Pagi sayang,"ujar Adrian pada putri semata wayangnya itu. Della menggeliat pelan. Ia nampak terkejut melihat ayahnya ada dikamarnya. "ayah,"ujar nya kaget dan langsung duduk. "Iya, maaf ya, ayah sudah lama sibuk sendiri. Della jadi kesepian, apalagi pengasuh Della sudah ayah berhentikan maaf ya, keuangan kita sedang memburuk,"ujar Adrian nampak menyesal. "em tidak apa ayah, Della.juga sudah besar. tidak perlu pengasuh lagi. seperti.bayi saja,"ujar Della membesarkan hati ayahnya. "Baguslah sayang. oh ya bagaimana sekolahnya?"tanya Adrian. "baik baik saja yah,"ujar Della singkat lalu turun dari kasur dan merapikan tempat tidur. Melihat Putrinya sangat cekatan melipat selimut dan membereskan tempat tidur, Adrian pun tersenyum bangga. "Wah hebat Putri ayah,"kata Adrian memuji. Della tersenyum menanggapi. "Ayah baru pulang kerja?"tanya Della. "Iya sayang, ayah lembur. Baru pulang jama lima subuh ini. Ayah juga harus keluar kota hari ini. mungkin jam sepuluh ayah berangkat,"terang Adrian. "Oh,"ujar Della. Ini bukan pertama kali ayahnya akan keluar kota. bahkan biasanya juga tanpa berpamitan padanya. "Della mau ikut?"tanya Adrian. Della menggeleng pelan. "Ya sudah kalau begitu ayah mau siap siap ya,"Adrian berpamitan dan keluar dari kamar Della. Della mengangguk, menatap pelan punggung sang ayah yang keluar kamarnya. "Ayah, bukan Della tak mau. hanya saja, untuk apa Della ikut? ayah hanya akan terganggu dengan Della saja nanti, biar Della sendirian saja dirumah, seperti biasanya,"ujar Della pelan. Della kemudian beraktifitas seperti biasanya. dia menunaikan salat subuhnya. lalu kemudian Turun ke bawah, membantu di dapur ia sudah terbiasa sekarang melakukannya. apalagi sejak asisten rumah tangga mereka dikurangi. asisten rumah tangga yang sekarang hanya satu. pagi-pagi begini biasanya dia akan berputar di dapur setelah urusan dapur masak-memasak selesai barulah dia kan beres-beres rumah itu artinya akan banyak hal yang bisa dibantu oleh Della sepanjang pagi ini. Dengan Dengan semangatnya Della mengambil sapu dan lebih kecil untuk membersihkan rumah. setelahnya dia pun mulai menyapu. mulai dari kamar kamar kemudian ruangan ruangan dan yang lainnya. Della bersenandung kecil menyapu. melihat itu asisten rumah tangganya Yang sudah mulai sepuh itu pun hanya tersenyum saja. kali ini dia tidak lagi melarangnya. toh della sendiri yang menginginkannya tuan besar yang sama sekali tidak melarangnya lagi untuk membantu. "akhirnya beres juga," unsur dia tersenyum puas ye sudah menyapu dan membersihkan di dalam rumah Bapak sudah menyapu hingga ke halaman juga asisten rumah tangga nya tinggal Mengapa saja dalam Belum berani Mengapa karena pernah satu kali dia mengepel lantai nya terlalu basah 8 belum tahu seperti apa dia harus mengelap lantai jadi dia membiarkan yang saja yang penting sudah bersih dari debu begitu pikirannya dia pun segera melapor kepada asisten rumah tangga nya masih ada di dapur mengatakan jika Della sudah selesai menyapu rumah dan halaman. "Wah, makasih ya non cantik,"ujar ARTnya tulus. Della hanua tersenyum. "Dela mau mandi ya mbok,"ujar Della. Della bergegas ke kamarnya. mandi dan bergantibpakaian. jam dinding sudah pukul enam, tentu Della tak ingin terlambat pergi ke sekolahnya. "Della sudah siap?"tanya Adrian dari balik pintu kamarnya Della mengetuk pelan pimtu kamar putri semata wayangnya itu. Suara aAdrian sangat mengagetkan Della. Della yang sudah rapi itu pun segera membuka pintu sambil menenteng tasnya. "Ayah, ngapain? Iya Della udah siap kok, tinggal sarapan saja,"ujar Della lalu mengajak ayahnya sarapan. Ini pertama kalinya sejak Della masuk SMP, ayahnya mengajak Della sarapan bersama. Biasany Della akan makan sendiri. "Nanti pergi sekolahnya sama ayah ya. biar ayah antar,"ujar Adrian pwlan. Kalimat ayahnya membuat Della lagi lagi terkejut. Ia sangat tak menyangka jika ayahnya mau mengantarkan nya ke sekolah. "Sudah lama sekali ya ayah tidak mengantarkan Della sekolah? benar, mungkin sudah tiga atau empat tahun ayah tak melakukannya. maaf ya sayang. Bahkan selama kamu masuk SMP ayah belum pernah mengantarkan kamu ke sekolah,"ujar Adrian pada Della. "Nggak apa ayah, Della tau ayah sibuk bekerja,"tukas Della lalu menyelesaikan sarapannya. "Kamu udah selesai sarapannya?? tanya adrian pada putrinya itu. Della mengangguk pelan. "Ya sudah, ayo kita berangkat,"ujar Adrian menggandeng putrinya. Adrian dan Della berjalan beriringan menuju mobil. Adrian sengaja meluangkan waktunya kali ini sengaja menyenangkan Della. sudah bertahun istrinya pergi, tak sekalipun Ia didatangi meski itu adalah mimpinya. Semalam adalah pertama kalinya Dewi Ambar Wari mendatangi. Mimpi itu terasa sangat nyata bagi Adrian. "Mas Adrian biasanya rumah kita selalu ramai oleh para asisten rumah tangga dan sekarang rumah kita jadi sepi gara-gara mas sedang kesulitan keuangan. aku mengerti akan hal itu. tetapi hal itu membuat Putri Kita Kesepian. aku mohon temanilah Della sesekali Mas. Mas sudah mengambil teman-temannya dari rumah apalagi pengasuhnya. meskipun aku mengerti Della juga sudah besar, tapi dia juga butuh teman bukan hanya pengasuh. Karena itulah Sebenarnya aku sangat kecewa Mas memberhentikan pengasuhnya Della. della yang sudah besar sudah bisa mandiri. Tetapi dia juga harus mas pahami. harus Mas ajak bicara. apa lagi di usianya sekarang, Della harus lah dia dekat dengan ayahnya, agar dia tidak pemalu. agar dia tidak salah jatuh cinta terhadap laki-laki nanti di masa depannya. tolonglah beri sedikit waktu Mas untuk daerah sudah bertahun-tahun Mas mendiamkan di Allah menyuruh besar dan beranjak dewasa sendiri memahami kehidupan ini sendiri sudah saatnya mas lebih peduli lagi kepada Della Mas,"ujar Dewi Ambar Wati begitu jelas dalam mimpi Adrian. Adrian begitu bahagia didatangi oleh istrinya yang begitu sangat ia rindukan itu. dia seperti benang-benang melihat Dewi Ambarwati hidup kembali di dalam mimpinya itu Dewi sehat segar bugar dan ceria wajahnya putih bercahaya mengingatkannya terhadap apa yang telah dilakukan selama hidupnya adalah merasa jika istrinya tidak pernah melakukan kesalahan di dalam hidupnya selalu berbaik hati kepada siapa saja ia bahkan berpikir jika Dewi Ambarwati sudah bahagia di surga Karena itulah dia tidak pernah datang ke mimpinya sekarang Dia mungkin bisa melihat anaknya kesepian yang tidak lagi memiliki teman di rumah karena pengasuhnya memang sudah ia berhenti Kan setiap beberapa hari yang lalu. "Apa Della sekarang kesepian gara-gara Mbak pengasuhnya sudah nggak ada lagi? maaf ya Ayah memperhatikan Mbak karena Ayah sedang banyak kesulitan keuangan perusahaan aja sedang kesulitan keuangan," ujar Adrian kepada putrinya. "Bukankah dia sudah bilang dia tidak apa-apa Ya udahlah sudah besar tidak butuh penghasil lagi tapi memang apa yang kata ayah ada sedikit perbedaan ketika mereka semua sudah tidak ada lagi di rumah biasanya kan rumah sepi karena banyak Mbak dan banyak asisten rumah tangga di rumah kita dan sekarang rumah jadi sepi agak sedikit berbeda aja sih. biasanya bangun pagi-pagi semua sudah rame kerjain tugas rumah tapi sekarang nggak ada lagi itu aja sih yang bedanya,"kata Della. "Della marah karena itu?"tanya Adrian. "nggak ayah, sama sekali nggak kok,"ujar Della pada ayahnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN