setelah mengantarkan Della ke sekolah, Rio pun kembali ke rumahnya dan bersiap-siap untuk pergi. Ia pergi lebih awal dengan sopirnya pagi ini pukul 09.00 pagi karena dia tidak ingin terlambat.
sebelum pergi ke luar kota selama beberapa hari kedepan Rio kembali kondisi rumahnya dia mengecek satu persatu lagi terutama persediaan makanan dan juga orang-orang yang ada di rumahnya karena sekarang tidak lagi begitu banyak orang di dalam rumah dia pun berpesan kepada Ratmi sebagai kepala asisten rumah tangga di rumahnya untuk memperhatikan Della dengan benar. dia tidak ingin della kenapa-kenapa. terutama sekarang Della sudah tidak lagi memiliki pengasuh. itu artinya tidak ada lagella orang yang ke menjaga di sekolah dengan benar. Della telah benar-benar harus mandiri sekarang karna itulah dia berpesan. andai jika terjadi sesuatu di rumah ataupun di sekolah terhadap Della, Ratmi disuruh untuk segera melapor kepada tuan besarnya itu.
"kalau terjadi sesuatu juga hubungi aku Ratmi terutama terhadap Dela. Dela sekarang sudah tidak ada lagi pengasuhnya. kau harus sering-sering mengeceknya. Apabila terjadi sesuatu kepada della, kau harus menelponku apapun kondisinya, jam berapa pun itu jangan lupa ngabari aku," pesan Rio kepada Ratmi.
"Ya, baik tuan. saya akan menjaga non della dengan sebaik. mungkin saya akan segera mengecek beliau ketika beliau sudah pulang dari sekolah. saya juga akan lapora kepada tuan dengan segera jika terjadi sesuatu kepada della ataupun terjadi sesuatu di rumah. saya harap tuan tidak terlalu memikirkan kondisi rumah. saya yakin semuanya akan baik-baik saja. meskipun sekarang kita hanya beberapa orang saja yang bekerja di rumah saya yakin, akan semuanya akan berjalan dengan normal dan seperti sebelumnya," ujar ratmi menenangkan tuan besarnya itu.
"Ah ya baguslah jika begitu. kuharap apa yang kau katakan itu bener Ratmi. aku sedikit khawatir harus meninggalkan rumah selama beberapa hari. Kau tahu, ini pertama kalinya Della di sekolah sendirian dan tanpa pengawasan. ya aku harap kau memang benar. semua tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ujar Rio kemudian berpamitan.
Rio hanya pergi dengan supir pribadinya. sementara sekretaris nya sendiri sudah pergi sejak pagi tadi. mereka berdua akan segera bertemu di surabaya nantinya. Rio akan keluar kota untuk menandatangani di serta bekerjasama dengan perusahaan lain dia berharap kerjasama ini nantinya dengan berbagai perusahaan besar di surabaya. Perusahaan mereka akan bisa bangkit dari keterpurukan apalagi masalah keuangan yang terus menjalaninya selama beberapa bulan terakhir ini.
"Ya, aku sangat berharap sekali semoga saja bertemu di surabaya ini bisa membuahkan hasil. setidaknya ada perusahaan yang bisa bekerjasama dengan kami. semoga presentasi kami nanti akan sedikit menggugah para investor untuk menandatangani perjanjian kerjasama dengan perusahaan kami,"ujar Rio yang penuh harap.
sepanjang perjalanan dia terus aja melamun terkadang dia memainkan handphone, terkadang juga menulis, terkadang ia juga terlelap.
setibanya di tempat yang akan menjadi tempat presentasi Rio segera bersiap. dia memang sudah terlelap sepanjang perjalanan jadi dia merasa sedikit bugar. Rio segera mencuci wajahnya di toilet, dan merapikan kembali pakaiannya. Rio bener-bener harus siap dan tampil prima di presentasi tersebut.
sudah banyak investor yang hadir di dalam ruangan tersebut. bukan hanya para investor tetapi juga banyak orang yang datang kesana termasuk juga artis-artis papan atas yang memeriahkan acara tersebut. ini bukan sebuah bisnis biasa. tetapi bisnis lestari yang mengundang begitu banyak perusahaan besar maupun urusan kecil yang di tengah mengembangkan perusahaan.
Rio pun segera mempersiapkan dirinya dan masuk ke ruangan sebentar lagi beberapa menit lagi adalah waktunya dirinya untuk mempresentasikan proposal yang akan menggugah hati para investor. Rio sudah hadir awal itu dia pun segera meluncur ketika nama perusahaan dewi grup dipanggil.
"Bismillah,"ujar Rio melangkah dengan pasti.
"Ah itu kan. itukan Mas Rio,"ujar Gita dalam hatinya.
"Aku sudah lama sekali mencari mas Rio. tapi dia sangat sulit untuk kutemukan. aku tidak berani untuk langsung datang ke rumahnya. Apalagi jika aku mendatangi dia di perusahaan. ini benar-benar sebuah kesempatan yang sangat baik sekali untukku. Untung saja aku diundang ikut serta dalam acara hari ini. aku bener-bener sangat beruntung sekali bisa bertemu dengan mas Rio kali ini. laki-laki idaman ku yang sempat diambil oleh mbak Dewi Ambarwati dahulu. Alu takkan mau melepasnya lagi kali ini,ini dengan cara apapun aku yang harus mendapatkan nya," ujar Gita antusiasme melihat pujaan hatinya sekarang ada di di hadapannya.
Setelah presentasi Rio berakhir, banyak Investor yang mendekatinya. Begitu juga Gita. Gita tak mau ambil resiko kehilangan jejak Rio lagi.
"Mas Rio!"panggil Gita merdu.
Rio kaget akan sosok yang memanggilnya. Gita bahkan dengan sengaja selama presentasi Rio berganti pakaian dimobil dan bermake up layaknya Dewi Ambar Wati, bahkan bergaya seperti Dewi, membuat Rio seolah melihat almarhumah istrinya kembali dalam wujud Gita.
"Dewi, kau lah itu?"tanya Rio tanpa sadar.
Gita hanya tersenyum.
"Saya Gita Mas Rio, mirip ya?"tanya Gita membuyarkan lamunan Rio.
"Owh astagfirullah, maaf maaf, maaf saya.. saya...,"kata Rio terbata.
"nggak apa mas, banyak yang bilang kalau kita ini mirip sama Mbak Dewi almarhumah dulu juga kami juga sering main film bareng dan memang Katanya kita mirip Mas meskipun dulu saya memang nggak terlalu mirip sama Mbak Dewi tapi nggak tahu kenapa kok perasaan akhir-akhir ini saya suka sekali menggunakan pernak-pernik bahkan menggunakan riasan seperti Mbak Dewi. mas sendiri kan Mas aja sampai pangling. saya sendiri suka banget lho fashionnya Mbak Dewi. bahkan cenderung mengikuti gaya dia. alhamdulillah banyak yang suka,"ujar Gita tertawa.
"Oh iya,"kata Rio singkat.
menyadari sepertinya obrolan pertamanya tidak menarik Dewi pun kemudian membahas beberapa hal dan Rio agar kita mengingatkannya mengenai Dewi Ambarwati almarhum istrinya kita benar-benar melakukan jurus-jurusnya untuk mendekati Rio hingga akhirnya ia pun mulai berbincang lebih dekat dengan kita membuat kita benar-benar senang hingga beberapa jam kemudian akhirnya mereka berdua memutuskan untuk makan malam bersama untuk mendengarkan cerita Gita mengenai masa lalunya bersama Dewi dulu. bersama dengan Gita, Rio seolah mengingat kembali masa-masanya bersama Dewi dan hal-hal apa saja yang disukai bahkan kegiatan-kegiatan Dewi Ambarwati. Gitta mengingat semuanya. hal itulah yang membuat Rio tertarik.
"Bagaimana kalau nanti malam kita melanjutkan obrolan kita? saya juga masih akan cukup lama berada di Surabaya. kamu sendiri masakan lah makan di Surabaya? saya juga ingin menyapa beberapa Sahabat saya di Surabaya. Siapa tahu mereka juga tertarik dan menangani perusahaan saya dan ingin bergabung. Saya sedang membutuhkan banyak investor akhir-akhir ini," ujar ia mengaku kepada Gita
" Iya Mas Rio. saya juga akan beberapa hari ini di Surabaya. nanti kalau mau pulang ke Jakarta, kita barengan aja ya mas. Soalnya saya sendirian juga pergi ke surabayanya. Nanti malam kita ketemuan lagi deh. ini nomor telepon saya. berapa nomor telepon mas Rio? Biar saya simpan juga nggak papa kan?"tanya Gita langsung ampuh kepada Rio dan langsung memberikan nomor teleponnya kepada Rio.