langit masih gelap udara pun masih terlalu dingin untuk membuka selimut yang semalam ini Menemani tidur lelap.
Deela pun langsung bangun ketika adzan subuh berkumandang dari langit-langit kamarnya tanah cuti jarak masjid yang tidak terlalu jauh dari rumahnya membuat suara adzan sangat jelas terdengar di telinganya ketika bangun di pagi hari seperti ini. ia pun langsung turun dari atas tempat tidur dan menuju kamar mandi.
air dingin ke wajah dan juga seluruh anggota tubuh seperti tangan ubun-ubun telinga dan kaki udara segar langsung menyeruak di sekujur tubuhnya ia merasakan betul saraf-saraf ia mulai bekerja dengan baik ketika air dingin langsung membasuh wajahnya ia merasa segar dan langsung segera mengenakan mukena untuk menunaikan salat subuh 2 rakaat.
"Ya Allah ini adalah hari penting untuk papa. semoga papa diberkahi dengan keturunan yang baik jika memang masih akan ada adik kecil di antara papa dan mama baru nantinya. Della berharap kasih sayang papa terhadap della nggak akan pernah berubah. meskipun nanti ada Sinta di rumah ini meskipun ada mama baru yang menggantikan posisi mama disini. Della sangat berharap sekali semoga papa tidak lupa kan janjinya untuk terus mengutamakan Della juga kepentingan Della. Aku bukannya bersikap egois hanya saja, Della merasa sedikit khawatir dengan kehadiran orang baru dalam rumah. ampunilah della ya Allah," bisik Della lirih.
selesai menggunakan salat lima waktunya Della sudah turun seperti biasa dia pasti akan segera menuju dapur. entah itu hanya melihat kesibukan di dapur atau hanya untuk menyapa sang asisten rumah tangga yang pastinya sibuk di pagi hari seperti ini. Sejak pingsan beberapa waktu lalu disekolah Dela tidak pernah lagi membantu pekerjaan rumah.
"selamat pagi nona," sapa Ratmi langsung tahu kalau nona mudanya pasti akan segera turun tak lama setelah adzan subuh berkumandang.
"Pagi bik, sibuk ya?" tanya Della.
"Nampah sibuk non. Hari ini kan hari besar. Akan ada nyonya baru nanti. Bibik jadi deg degan non. nggak bisa tidur semalaman," ungkap Ratmi jujur.
"Kok sama ya bik? Della juga nggak bisa tidur dan rasanya deg-degan kayak merasakan ada sesuatu hal buruk yang terjadi. Tapi semoga cuman kekhawatiran Della aja tapi," ujar Della juga mengatakan kekhawatirannya.
" hooh nona, bibik ketakutan sendiri. Rasa rasanya akan terjadi sesuatu. apalagi nona tau sendiri kan kemarin banyak pekerja yang diberhentikan sama bapak jangan-jangan, abis ini malah bibik non? aduh gimana kalau bibi sampe kejadian non? bibi diberentiin dari rumah ini. jangan sampai atuh. mana tahu sendiri tanggungan bibi masih banyak. anak dan cucu bibi mau sekolahmu, gimana atuh bibi mikirin ke sana nanti. jangan-jangan bibi dipecat karena sudah ada nyonya baru di rumah yang ngurusin rumah. aduh bibi jadi takut non. semoga aja nggak kejadian," ucap Ratmi ketakutan.
"Tenang bik, tenang. Della juga nggak mau kalau Bibik di pecat juga. abis dong temen Della dirumah," Della bersedih.
Della dan bik Ratmi saling berpelukan dan menenangkan satu sama lain.
"Eh, ntar gosong," ucap Ratmi tersadar tengah menggoreng ikan.
"Hehe," Della tertawa renyah diikuti Ratmi.
Dari kejauhan, Rio memperhatikan sang Putri. Ia tersenyum melihat putri nya nampak baik baik saja.
"bahagia sekali rasanya melihat Della pagi-pagi buta seperti ini sudah tersenyum dan tertawa renyah seperti itu. semoga tawa dan bahagiamu akan selalu abadi seperti itu. ia akan selalu bahagia seperti ini setiap pagi dan setiap hari di setiap detik di dalam hidupnya. Maafkan Papa Della, Jika keputusan Papa ini memberatkan dan menyulitkanmu. tapi Yakinlah Papa selalu mendahulukan kepentingan kamu dan ini juga salah satu hal yang dapat Papa dilakukan untuk dirimu. Moga kamu betah ya nanti kalau sudah ada yang mengurus kamu. biar Papah juga mah bisa merasa tenang kau harus pergi lama," ucap Rio lalu kembali ke kamarnya.
Rio pun segera bersiap-siap dia ada acara akad nikah pukul 8 pagi ini dan setelahnya akan dilanjutkan dengan resepsi di sebuah gedung yang sudah dipesan oleh Gita sebelumnya.
Tidak berapa lama kemudian, penata rias juga datang untuk merapikan kembali jas Rio. Della juga akan di makeup dan dijadikan Putri dari seorang raja Rio.
Gita sudah mengatur semuanya sedemikian rupa. Ia tak mau ada sesuatu hal yang kurang dalam acara pentingnya hari ini.
Gita bahkan sengaja membayar seorang sutradara dengan sangat mahal agar mau menyiarkan Live acara pernikahannya dengan Rio hari ini. Ya sepertinya acara Life akad nikah dan juga resepsi tidak lagi heboh saat ini jadi sang sutradara merasa sedikit sungkan untuk Meliput acara kita meskipun acara gosip dan berita gosip mengenai pernikahan Rio dan Gita ini juga cukup meledak dan melejit pasalnya Gita menikahi pria kaya raya tampan dan juga duda keren mantan suami dari Dewi Ambarwati seorang artis besar di zamannya.
Della pun cukup senang dengan pemilihan pakaian yang dilakukan oleh gitar untuk acara akad nikah pagi ini. Warna yang sangat disukai pun sangat cocok dipadupadankan dengan tubuhnya yang cukup ramping itu tanda tapi bahkan terlihat anak dewasa dan anggun menggunakan kebaya untuk acara akad nikah hari ini.
Rio bahkan berkali-kali menatap takjub kepada sang putri semata wayangnya yang tumbuh dengan sangat cantik jelita seperti ibundanya itu. Ia kecantikan Dewi Ambarwati menurun dengan sangat jelas ke wajah Della Aprilia Dewi.
"Della sangat cantik sekali dengan kebaya yang dipilihkan gitar untuknya hari ini terlihat sekali dia makin cantik dan dewasa. Kecantikan ibunya Dewi Ambarwati benda-benda menurun pada ini Lihatlah Dewi sayang Fitri kita sudah sangat cantik menggunakan kebaya itu sangat pas dan serasi di wajahnya dia menumpang Anggun yang cantik sekali sepertinya pengantinku akan kalah cantik dengan Putri ku sendiri," ucap Rio melihat Della yang tengah tertawanya dengan Ratmi.
Setelah pengantin pria dan juga putrinya Siapa Mereka pun dibawa langsung oleh supir yang telah disiapkan oleh Gita untuk menuju ke tempat acara akad nikah. Tamu sudah cukup banyak menunggu di ruangan tersebut Sungai aja kita menyiapkan acara akad nikah di sebuah hotel cukup mewah acara pun dimulai Acara ijab kabul dengan paman kita sebagai wali nikah kita pun berlangsung dengan Hikmat.
"Saudara Rio aku nikah dan kawin kan engkau dengan keponakanku Gita binti Arwana dengan mas kawin seperangkat alat salat anak, emas 2 suku dan uang tunai sebesar 2122 dolar dibayar tunai, "ucap pamannya Gita menikahkan sang keponakan dengan Rio.
"Saya terima nikah dan kawinnya Gita inti Arwana dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ucap Rio dengan lantang.