PERDEBATAN

1033 Kata
"Ya tidak bisa seperti itu della. Keputusan papa untuk buru buru menikah karena mama Gita sudah berjanji kau sudah menjadi istri papa dia akan mengurangi kegiatan syuting nya. Gita juga akan lebih fokus untuk mengurus kamu dan juga rumah karena dia hanya ingin jadi Nyonya di dalam rumah tapi buktinya apa?? tanya Rio yang mulai kesal. "Papa jangan begitu doang kamu itu mungkin mama Gita Memangnya ini seperti itu tapi kan Mama juga baru berapa hari ini jadi Nyonya di rumah Ini kan katanya baru satu minggu Pak Tani. Papa harus mengerti dong sinetron stripping yang kan belum tamat dan pasti Sutra daerahnya sendiri untuk dibujuk untuk dia mengurangi jadwal syutingnya. a tahu sendiri lah Mama Dulu kan juga seorang artis Tadi Papa sudah tahu dong kalau syuting itu pastinya kerja-kerja tayang terus apalagi filmnya Mama Gita tayang setiap hari pak apalagi jam tayangnya jadi bertambah. itu artinya dia harus ekstra untuk syuting masa iya tiba-tiba saja Mama Gita hilang dari sinetron kan nggak lucu pa?" bela Dela. "dalam Emang bener sayang cuman apa cuman kecewa aja rupanya jika Papa pulang Mama nggak ada di rumah. dan sekarang ketangkap sudah bangun jadi apa nggak bangun juga. ya sudahlah mungkin ini sudah nasib Apa" mungkin kamu benar ini hanya butuh kan Misalnya saja ujar Rio tersenyum kemudian menyuruh putrinya untuk bersiap-siap ke sekolah kan hari Mulai terang. Della kemudian menurut kemudian kembali ke kamarnya padahal Ia masih melirik jam dinding masih pukul 5.30 pagi itu artinya masih ada waktu 1 setengah jam untuk dirinya masuk ke sekolah tanpa ketik mandi dan berpakaian hanya butuh waktu beberapa menit saja untuk Della. ia tidak membantah sang ayah jadi dia pun langsung naik ke kembali ke lantai dua dan kembali ke kamarnya. Della kembali membaca bukunya karena memang hari ini dia akan melakukan penguncian harian. dilakukan kembali menghafal beberapa bagian yang dirasanya perlu. setelah dirasanya perlu kembali mengulang pelajarannya 8 kemudian bersiap mandi dan berpakaian ketika akan turun untuk sarapan dia mendengar dari luar kamar jika Papa dan Mama barunya bertengkar dari lantai 3. suara mereka sangat keras tidak terdengar hingga ke lantai 2. Dela kemudian mencoba untuk naik ke atas untuk menengahi agar tidak lagi terjadi pertengkaran di apa di pagi buta seperti ini. "masih ini bagaimana sih, lebih pula aku ini kan lagi sibuk mas? kalau bukan kemauan aku untuk pulang telah tersakiti semalam aku juga masih ngantuk dan Capek kenapa harus dibangunkan? lagi pula kan di rumah ini ada pembantu kenapa harus aku yang menyiapkan sarapan dan untukmu? "tanya Gita terdengar hingga ke mana-mana. "Kenapa harus kamu kamu bilang? kamu itu kan sekarang sudah jadi istri aku Gita? saya Apa perlu aku menyuruh pembantu untuk menyimpan seluruh kebutuhan iku pada rokok bisa menyebabkan ya? aku hanya meminta kamu buatkan kopi saja kita hanya copy. lagipula istriku dulu bisa bangun lebih awal bahkan kakinya lebih menonjol dari dirimu tanya Kitty tapi dia tidak pernah pulang lebih lambat daripada aku dia tidak pernah membantah aku yang selalu menyiapkan kopi untuk kulit ketika pagi hari apakah ketika dia sakit ketika dia selalu pusing kepala dia selalu menyiapkan aku sarapan bahan kopi dengan tangannya sendiri meskipun berpuluh-puluh pembantu di rumah kami tapi dia sendirilah yang menyiapkan sarapan untukku pantas kenapa sekarang kau menolaknya?" Rio kesal. "Kenapa Mas membanding bandingkan aku dengan Mbak Dewi? Mbak Dewi itu sudah mati Mas sudah mati," maki Gita kesal yang membuat darah Rio naik. "kalaupun Dewi tidak mati aku tidak mungkin menikah denganmu dan kau tidak akan menjadi Nyonya rumah ini kau tahu itu? jangan-jangan kau terlibat dengan penyakit Dewi Ambarwati ya? jangan-jangan kau yang pula si dia hingga harus meminum obat itu? dengan salah seorang temannya yang menyuruhnya untuk mengkonsumsi obat ketika sedang sakit kepala jangan-jangan orang itu adalah kau," tuduh Rio emosi "Astaghfirullahaladzim kan kamu apa yang dipadukan tadi terhadap Mama kita? Apa itu benar-benar terjadi? apa benar Mama Gita yang menyuruh Mama Dewi untuk minum obat sakit kepala itu? kalau memang dia sakit kepala ya memang harus minum obat Kenapa Papa memberikan tujuan seperti itu seolah semua penyakit Mama Dewi Ambarwati adalah salahnya Mama Gita? tanya Della tidak mengert. "emang apa salah aku menyuruh Mbak Dewi untuk minum obat ketika dia sedang sakit kepala? ya orang sakit memang harus minum obat mas, kenapa kamu harus komplen, " gita membela diri. "buah sudahlah kau memang susah untuk ku ajak bicara Tani tidak kusangka rupanya kau malah seperti ini setelah menjadi istriku Gita. aku belum ada sama sekali tidak menyangka kau malah lebih suka mementingkan karya bangsa sendiri dapat mengurus rumah. aku peringatkan kau berikan waktu 1 bulan untuk menyelesaikan syuting itu kok boleh saja syuting tapi tidak boleh pulang lebih lambat daripada aku kau ingat itu Gita jika tidak aku tidak ingin menjadikan kau istriku dengan lebih lama," ucap Rio kepada Gita. setelah mengucapkan hal itu Ria pun keluar dari kamarnya dengan perasaan kesal ia bahkan membanting pintu kamar tersebut meninggalkan kita sendirian di dalam kamar. Tetapi dia sangat terkejut ketika mendapati berada tidak jauh dari kamarnya ia terkejut melihat putri semata wayangnya itu sudah berada di lantai 3 dan tengah bersiap untuk kembali turun. "Delllah! kamu dengan semuanya? "Panggil Rio kemudian mendekati dela. "Papa? maaf, Della tadi nggak sengaja dengar soalnya tadi mau ngajakin Papa sama Mama buat sarapan bareng. enggak taunya mama sama papa lagi berantem. Maaf ya nggak sengaja dan sekarang udah mau turun kok," ujar Della. Rio hanya mengangguk kemudian menyuruh dalam untuk turun. Rio lalu menarik nafas panjang kemudian merendahkan emosinya. biasanya Mantan istrinya terdahulu yaitu almarhum Dewi Ambarwati memang selalu menyediakannya kopi di pagi hari ketika dia baru bangun Tadi titik Dewi Ambarwati adalah istri yang sangat pengertian Meskipun begitu banyak asisten rumah tangga di dalam rumahnya tetapi tidak satupun pekerjaan yang menyangkut urusan tuyul Dia menyuruh untuk orang lain mengerjakannya. tentu saja selain untuk makanan dan kopi pakaian Rio dia sendiri yang mengerjakannya Terkadang ia akan menyetrika meskipun harus terburu-buru. sikap Dewi Ambarwati dan juga Gita menurut amat jauh berbeda karena itulah dia sangat kesal dan tidak menyangka jika perilaku kita akan seperti ini seolah-olah dia masih sendirian dan tidak memiliki istri padahal Rio hanya menyuruh kita untuk membuatkan secangkir kopi di pagi ini tetapi nyatanya kita menolaknya karena ia masih mengantuk dan lelah
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN