darah pun turun dengan tergesa-gesa untuk turun ke lantai 1 menuju ruang makan ia merasa tidak enak hati begitu sang Papa memergokinya Tengah berada di depan pintu kamarnya dan mendengarkan pertengkaran Papanya dengan mama barunya.
"Aduh, aku merasa nggak enak hati banget sama papa. udah keg lagi nguping pembicaraan Papa dan mama jadinya. Papa pasti nggak enak hati apalagi tahu kalau aku dengwr pembicaraannya. Padahal aku gak sengaja denger. mau gimana lagi, Aku cuman mau bilang udah ngajakin papa buat sarapan bareng enggak tahunya Papa juga lagi bertengkar sama Mama," pikir dellaa bergegas turun dan menuju ruang makan.
tidak Berapa lama kemudian Rio pun nampak Menyusun dialog untuk turun ke ruang makan mereka pun makan berdua. Dela hanya diam saja karena masih merasa tidak enak hati dengan papanya.
tidak Berapa lama sama mama baru pun ikut turun dengan wajah yang sudah lebih baik dalam pikir Mama barunya itu akan berwajah merah bengkak dan masih ada sisa air mata karena tadi tapi sepertinya Iya Sedikit menangis. tetapi dilihatnya wajah mama barunya itu sudah ceria dan penuh akan senyuman bahkan dia mengambil kopi yang akan Ratmi berikan kepada Tuan besarnya itu.
Della juga melihat wajah sang Mama masih baru kemasan melihat wajah istri barunya tersebut Anda Jadi sepertinya sama Papa masih kesal tetapi kita masih berusaha untuk meraih kembali hati sama suami. Sepertinya kita sudah sadar betul bahwa dia yang salah karena semalam sudah pulang terlambat dan pagi ini ia kembali membuat sang suami kesal.
tidak Berapa lama kemudian Sinta ikut turun untuk ikut makan pagi bersama. dia pun sama dengan ibunya berwajah cerah dan penuh senyuman. Sinta bahkan menyapa mama dan Papanya dengan hangat jugamenyapa Della.
"Em, Della boleh tidak Nanti pas pulang sekolah Mama aja yang jemput? supir kamu biar di rumah aja nanti mama bakalan tanya sama sopir atau sama guru kamu sekalian, Jam berapa kamu pulangnya boleh?" tanya Gita membuat Rio mengangkat wajahnya.
"Em boleh saja ma," Della tersenyum.
"Baguslah kalau begitu," ucap Gita ikut tertawa.
"Della Maafin mama ya semalam. maaf karena mama semalam harus bekerja keras untuk mengajar sinetron stripping Mama beneran minta maaf. mungkin Della juga tau melihat sesekali atau melihat iklan atau di manapun itu jika sinetron Mama lagi ke Jakarta yang mungkin beberapa episode lagi Mama harus mengakhirinya Mama sakit betul juga sinetron stripping gitu ya memang seperti ini harus kejar kejaran tayang kejar-kejaran terus buat syuting nya. mama juga sujudnya lelah dan Mama minta maaf karena kemarin pulang sangat terlambat bahkan sudah sangat terlambat. saya juga minta maaf untuk itu mas," ujar Gita kemudian menaruh sendoknya dan serius mengajak semuanya bicara.
" Maafin mama ya udah maafin aku ya Mas. aku masih terikat kontrak dengan sinetron itu. aku sudah membicarakan kembali counter aku mungkin akan bisa untuk aku berhenti shooting atau setidaknya mengurangi nya saat ini dan hanya syuting beberapa kali saja. aku sudah betul Apa tujuan kita menikah Maafkan aku jika aku tidak berterus terang kepada Mu. Jujur saja Pak sutradara masih menginginkan aku menjadi tokoh utama dalam sinetronnya. Jujur sebagai seorang artis, ini memang duniaku, hal yang aku impikan," kata Gita menatap Rio dan Della bergantian.
2 artis mana yang tidak senang juga iya Laris Manis di sinetron antv sinetronnya episode beribu-ribu episode Kejar Tayang striping setiap hari gajinya pun akan berlimpah. selain uang dan ketenaran apalagi yang kamu inginkan lain hal ini bukan? tapi juga kita sadar betul kalau kita sekarang sudah menjadi ibu sudah menjadi istri kita berjanji akan mengurangi nya tapi mohon maaf semuanya itu butuh proses kan. Gita sudah lebih dulu kontrak kerja dengan sinetron ini mas, Jauh sebelum kita saling kenal, bahkan untuk memutuskan pernikahan. Mas tahu sendiri sinetron ini bahkan sudah hampir 500 episode dan sudah kami kerjakan hampir setahun ini.jadi Gita bener bener minta maaf sama Della sama mas Rio, bahkan sama Sinta juga, Karena Mama akan menyelesaikan dulu sinetron ini. menyelesaikan kontrak ini. Jadi mungkin mama masih akan pulang terlambat terus dan mama harap kalian semua akan mengerti akan hal ini. Tapi karena tadi Mama sudah berjanji kepada della, maka mama akan berusaha untuk menepatinya," kata Gita tersenyum menatap Della.
nggak papa mama tak ngerti ngerti kok lagipula sebentar Mama bagus kok tayang setiap hari bahkan ada iklannya terus bukan cuma di televisi aja karena di handphone juga di media-media sosial juga ucap Della tersenyum.
Perkataan Della membuat Gita merasa lega tapi tidak dengan Rio. Rio masih diam saja.
Della juga sadar sang papa maaih marah. Jadi dia hanya diam saja. Sama halnya dengan Sinta. Tentu dia tak mau jika ada yang buka suara jika Ia tak dirumah semalaman, dan baru pulang subuh tadi.
"Papa, Mama, Della, maaf ya Sinta buru-buru nih. Ada ujian pagi ini jadi Sinta gak boleh terlambat. Oh ya Pa, Sinta masih boleh bawa mobil ya kan?" tanya Sinta menatap Papa barunya dan Rio hanya mengangguk.
"Okay kalau gitu Sinta jalan dulu,"kata Sinta lalu melambaikan tangannya pada semuanya.
"lain kali ingatkan kepada Sinta untuk mencium punggung tangan ayah dan ibunya sebelum pergi dari rumah," ucap Rio kemudian pergi meninggalkan sarapannya dan menuju teras rumah depan.
Gita sedikit kesal mendengar ucapan Rio tersebut bahkan dirinya terlihat cemberut hanya ada dirinya dan juga Della di meja makan. sebenarnya Della juga sudah sudah selesai sejak tadi tetapi karena mama barunya mengajaknya bicara serius jadi dia ikut di sana dan masih terus menikmati sarapan itu bersama keluarga barunya.
"maafin Papa ya Mama. mungkin papa lagi banyak pikiran dan lagi ada masalah di perusahaan. Jadi agak sensi," Della tersenyum.
"Nggak apa sayang, mungkin papa kamu bener, oh ya, udah selesai belum sarapannya? nanti kamu terlambat lo sayang," Gita tersenyum.
Della pin mengangguk dan berdiri dari.duduknya.
"ayok mama anter ke depan. Maaf ya mama nggak antet, belum mandi. Mama juga mesti keyemu ssutradara pagi ini. Semoga mereka mengerti keinginan mama," kata Gita sambil mengajak Della berjalan ke arah deoan, dimana supirnya Della sudah menunggu.
"Semoga kerjaaan mama bisa baik baik aja ya. Sama sutradara nya juga, semoga apa yang mau di omongin juga bisa lancar," doa Della tulus.
"Eeem... makasih ya Della sayang, miga aja sayang. Mama nggak mau papa mu cemberut terus gitu, tuh liat, manyun sendirian papamu di teras," tunjuk Gita pada Rio. Keduanya hanya tersenyum jenaka secara diam diam.
"Pa? kok melamun?" tanya Della mwlihat sang papa duduk memandangi halaman luas rumah mereka.
"Nggak kok sayang, udah mau berangkat?" tanya Rio menggandeng Della. Ia mengacuhkan Gita yang tadi disisi kanan Della.
"Iya pa, udah mau pergi. Udah siang. Nanti macet malah telat," ungkap Della.
"Iya idah hati hati ya sayang," kata Rio memberikan tanganny yang langsung disambut Della.
Della juga tidak lupa berpamitan pada sang mama baru dengan mencium punggung tangan Gita.
"Hati hati ya sayang, pulangnya nanti sama mama aja," Gita kembali mengingatkan.
Della hanya tersenyum dan mengangguk lalu bergegas pada mobilnya dimana sang supir sudah setia menunggu.
"berangkat sekarang non?" tanya supirnya ramah.
"Iya pak, ayok jalan. Nanti telat," ajak Della.