Setelah dia pergi ke sekolah Rio dan ibu istri barunya masih juga terdiam di teras depan Rio masih mengacuhkan kita karena perbuatan yang semalam dan juga pagi tadi membuatnya kesal dan kecewa.
"Mas kok masih diem aja sih? masih marah sama aku? Aku kan sudah minta maaf Mas?"ucap Gita.
"Iya, aku berjanji akan lebih baik setelah ini tapi kamu jangan diem aja seperti itu doang mas. aku jadinya Serba Salah begini. Kamu kenapa sih mas?" tanya Gita lagi.
Oke aku bisa memahami kalau kamu lagi syuting stripping dan harus pulang sampai pagi hari. tapi aku membangunkanmu tuh salat subuh untuk menjamin bersama-sama ke surga tapi kau menolaknya? dan kopi itu ada tulisan setiap pagi kita aku sudah mengatakannya kepadamu waktu itu. apa kau lupa? dengan melalaikan tugasnya sebagai seorang istri dan seorang ibu di rumah ini kewajiban mencari nafkah dan memberi nafkah kepada kalian adalah kewajibanku. Di mana Ki itu akan kucari hanya aku yang bertugas mencari nafkah Kau boleh saya coba ke dia melanjutkan cita-cita MU dan juga kasih sayang itu mah aku tidak apa-apa tapi tugas tugas utama kita itulah yang membuat saya kecewa, " ucap Rioi mengungkapkan isi hatinya.
Iya Mas Iya aku minta maaf aku sebenarnya sangat kelelahan Maaf aku masih berusaha untuk menjadi istri yang baik dan ibu yang baik untuk anak-anak aku mohon maaf kan aku yang Mas Hari ini aku akan menemui sutradara membicarakan mengenai syuting kami. kuharap dia akan mengerti Kalau aku ingin mengurangi jadwal syuting kalau perlu menghapuskan peranku dalam sinetron itu tadi aku akan mengambil syuting film yang tidak menguras waktuku saja aku akan berjanji meluangkan lebih banyak waktu untukmu dan juga untuk anak-anak Mas. aku mohon Mengertilah," kata Giita lagi.
"Hem, baiklah," kata Rio mengalah.
Oh ya Mas kalau nanti Seandainya aku udah jarang syuting lebih baik membantu kita nggak usah aja Mas Daniel jadi biar aku saja yang mengerjakan semua pekerjaan rumah agar semuanya bisa terkendali Biar aku saja yang mengerjakan semuanya Mas nggak apa-apa biar Gita saja," ucapnya tersenyum.
Rio menatap Gita tidak percaya. rumahnya berlantai tiga. Ratmi sendirian saja seringkali kelelahan untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah dan sekarang Gita seorang artis terkenal di Indonesia ini ingin dia mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. rasanya ia sedikit tidak percaya apa yang dia dengar.
ada Apa kamu yakin apa yang kamu katakan barusan kita? rumah ini sudah sangat besar bahkan sangat besar di sendirian saja seringkali kau malah membersihkannya apalagi dengan penghuninya yang makin banyak ini Apa kamu yakin? "tanya Rio lagi tak percaya.
"Iya Mas bantu aku aku yakin aku ingin apa yang aku katakan ini membuatmu percaya bahwa aku ingin menjadi istri dan ibu yang lebih baik lagi. dan ini adalah salah satu keseriusanku Mas tanda titik-titik saja asisten rumah tangga kita biar aku yang mengerjakan semuanya tidak apa-apa aku akan mengerjakan semuanya. lakukan jika seorang wanita seorang ibu aku pasti bisa melakukannya Mas. kamu tenang aja," ujar Gita meyakinkan.
Rio masih tidak percaya atas apa yang dikatakan kita barusan tidak percaya kita bisa mengerjakan semuanya. sementara itu ada telinga yang tak jauh mendengarkan pembicaraan Tuan besarnya itu ia adalah satu-satunya asisten rumah tangga di rumah ini rame sudah menduga juga Nyonya barunya pasti akan segera mengusirnya tak lama lagi dimana saja hari ini pun terjadi juga.
" tuh kan apa yang aku pikirkan beberapa waktu yang lalu beneran terjadi. nyonya mau ngusir aku karena beralasan Dia adalah satu-satunya wanita dengan kamu dan dia akan mengerjakan semuanya. apa dia yakin akan melakukan itu? aku nggak yakin dia mau melakukannya? apa dia hanya cari simpati saja sama Pak Rio? aku takut malah Nona kecilku yang disuruh mengerjakan pekerjaan rumah ini aduh aku jadi kepikiran dengan apa yang harus aku lakukan?" tanya Ratmi khawatir.
meski itu sangat khawatir pembantu satu-satunya itu hanya diam saja dan kembali mengerjakan pekerjaan rumahnya.
"Apa kamu yakin Gita?" tanya Rio sekali lagi.
"Iya iya tentu saja aku sangat yakin untuk apa aku berpura-pura mas? lagi pula mas pernah bilang kalau perusahaan sedang naik turun. Jadi biarlah biar aku saja mas yang mengerjakan semuanya mas. Mas bisa fokus mengurus perusahaan kita juga. Ini juga bisa irit, benarkan apa yang aku katakan mas?" ucap Gita menyakinkan.
"Aku tidak yakin akan ucapanmu itu harus membuktikannya dulu kepadaku jangan sampai kamu nyuruh anak-anak untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka tugasnya hanya untuk belajar dan sekolah dan kuliah saja aku tidak ingin mereka terlalu lelah untuk mengerjakan pekerjaan rumah jadi jangan kau jadikan alasan itu untuk memecat satu-satunya asiaten Rumah tanggaku itu," kata Rio.
Gita cemberut, Rio masih tak percaya padanya. Rio malah bangkit dan masuk lagi ke kamar.
"Mas!"panggil Gita menyusul Rio.
" pikir-pikir lagi kita kalau kamu nyuruh aku ini untuk memberhentikan Ratmi. saat ini itu sudah lama sekali ikut denganku bahkan sejak remaja dulu "aku lebih percaya padanya untuk mengurus rumah daripada denganmu tanda situ lurus aja kau kemari malah pulang terlambat dan mengabaikan anak-anak Anda bagaimana nanti jika aku harus bekerja ke luar kota atau ke luar negeri sekalian aku juga tidak pulang? jangan-jangan anak-anak suruh masak sendiri jangan-jangan mereka yang kau suruh membereskan rumah sebesar ini? Ingat Gita, anak-anak itu tugasnya belajar hanya untuk belajar bukan untuk membantu membersihkan rumah ini. rumahnya lantainya 3 begitu banyak barang apa lagi peninggalan Dewi dulu. barang-barangnya kecil-kecil dan harus selalu dibersihkan agar tidak berdebu Apakah kau yakin bisa?" tanya Rio yang menatap tajam kita.
"Tentu saja aku yakin akan bisa mas, kau terus saja meragukan aku," Gita masih cemberut.
"aku akan percaya dengan menikahkan membuktikan keseriusan mu itu dengan menguruskan kedua anak-anak dengan benar kan pasti buktikan adalah minggu-minggu ini karena jujur saja beberapa pekan ke depan aku akan pergi ke luar kota. itu artinya kaulah yang akan tanggung jawab di sini. Semua tugas itu adalah pemilik mu. aku tidak ingin semua menjadi terlantar gara-gara Kau terlalu sibuk syuting Gita,"kata Rio kembali memperingatkannya.
"Baik, sebelum kau keluar kota aku akan buktikan padamu Mas, lihat saja nanti," kata Gita nampak bersungguh sungguh.
"baiklah kalau memang kau sudah bersungguh-sungguh atas kata-katamu itu kau tekan saja kepada Makita. Mas juga tidak ingin terus terus saja seperti ini. jadi kita harus bersungguh-sungguh rumah dan juga anak-anak. jangan lupa kau tadi sudah berjanji untuk menjemput Della pulang sekolah nanti hp Della jarang di aktifkan saat di sekolah. Jangan sampai kau lupakan itu. jangan sampai terlambat menjemput Della. Aku tidak ingin anakku itu menunggumu terlalu lama," ujar Rio lagi.
"Iya mas iya," ucap Gita kesal sendiri.
Ia lalu membersihkan diri dan bersiap menemui sutradaranya pagi ini.