Della Aprilia Dewi memasuki gedung acara pesta kali ini gedung yang berbeda dari tempat acara pagi tadi makan juga akar pagi tadi. kita sengaja memesan gedung yang baru berbeda dari tempat yang sebelumnya karena dia sendiri menyiapkannya dengan sangat matang kan itu dia sama sekali tidak ingin suasana pestanya terusik dengan banyaknya kotoran atau sampah sampah yang berserakan akibat resepsinya siang tadi.
"buah ibunya mewah banget ya. acaranya pasti bakal meriah sekali. undangan bahkan lebih banyak dari pada saat resepsi siang tadi. tante kita pasti udah keluar duit banyak untuk mempersiapkan seluruh acara ini. bagaimana dengan papa? bukan kah apabila perusahaan sedangkan perusahaan baru saja akan menanjak kembali keuangannya? apa semua ini juga dari Papah? Wah Papa benar-benar mengimpikan Ingin jadi raja dan ratu semalam rupanya?" pikir della mengamati mewahnya acara sang Papa dengan istri barunya.
"Nona Lihatlah mewah banget ya gedung untuk acara malam ini? sepertinya lebih mewah dari acara siang tadi. tapi juga Kayaknya lebih banyak banget tadi berjudul aja duduknya rame banget gedung yang juga besar sekali ini kan gedung baru ya baru saja diresmikan Beberapa bulan yang lalu ya Non? rupanya sebesar ini non tempatnya wah wah bisa kita kagum kagum melihat dekorasi acara malam ini apalagi gedungnya lebih besar kayak lapangan sepakbola saja ya non Della," kata pembantunya terkagum-kagum.
" di Abi gedungnya besar dan mewah kayaknya tamunya juga lebih banyak daripada siang tadi. papa pasti capek banget ya nerima tamu sebanyak ini apalagi dari pagi tadi. Della aja yang berdiri sebentar datang tadi udah kecapean apalagi papa. Semoga aja Papa udah mempersiapkan vitamin biar staminanya tetap fit," ucap Dela melihat papanya yang tetap tersenyum di atas panggung bersama tante Gita.
acara demi acara pun berlangsung dengan Semarak peneliti tamu undangan tidak penting intinya berdatangan dari pintu masuk dan titik karena semakin lamanya para tamu undangan yang datang panitia untuk satu persatu tamunya untuk segera mencicipi hidangan dan bersalaman, agar tidak terlalu padat orang-orang di dalam gedung yang membuat pengap di sana. seharusnya tante Gita mempersiapkan acara outdoor saja agar tidak terlalu pengap suasananya lagi pula cara malam seperti ini lebih enaknya order biar lebih nyaman.
ketika acara utama telah selesai dan tingkat bersalaman saja tiba-tiba saja sang pembawa acara Memanggil nama Della Aprilia Dewi.
"kepada putri tercinta dari bapak Rio kami harapkan ke atas panggung. non Adella Dewi, Diharapkan kehadirannya di atas panggung nona cantik," Panggil seorang pembawa acara kepada Della.
"kok nama Della Dipanggil lagi bi? aku bosen apa nyuruh atas panggung? Kakinya masih sakit mesti harus ke panggung lagi?" tanya Della tak mengerti.
meskipun merasa enggan untuk naik ke atas panggung tetapi nyatanya langkah kakinya tetap tertuju ke atas panggung senyumnya tak henti terukir dari wajah cantiknya. ia dela Appril Dewi memenuhi permintaan sang pembawa acara untuk naik atas panggung.
"uah memang benar apa yang dikatakan orang-orang ya, putri dari pengusaha ternama Pak Rio Ini Yang Namanya dela Aprilia Dewi memang sangat cantik dan menawan," puji sang pembaca acara.
Della hanya tersenyum. Bingung disuruh apa ke atas panggung. Sinta saja tak di panggil, kenapa harus dia?
"Nana dela sesuai permintaan dari pasangan pengantin yang sedang berbahagia malam ini, nona Della disuruh untuk menyanyikan sebuah lagu kesayangannya. Oh ya, bukankah almarhum dewi ambarwati adalah penyanyi kondang meskipun Ia adalah seorang artis film dan sinetron?" tanya sang pembawa acara.
"What? Nyanyi?" tanya Della terkejut. Menoleh ke arah sang papa.
Pak Rio hanya menebar senyum. Begitu juga Gita.
"Ah,"kata Della kesal.
"Ini akal akalan MC aja, atau Papa dan tante sengaja?" ucap Della melangkah ke Micropon dan mulai bernyanyi.
meskipun ibunya adalah seorang atlet terkenal dan tidak pernah takut atas orang banyak bahkan panggung yang megah, tetapi Della Aprilia Dewi tidaklah seperti sama ibu Iya paling mahal untuk disuruh seperti itu. tetapi ia juga tidak ingin mempermalukan Papanya di seluruh tamu undangan yang datang. ia menyanyikan lagu kusayangi dengan sangat baik bahkan tepuk tangan meriah menyambut dirinya selesai bernyanyi. adalah orang yang tidak terlalu suka disorot apalagi menjadi puji-pujian orang. dia lebih suka menjadi bunga di tempat ia berdiri sendiri tanpa banyak orang yang memperdulikan nyatane tapi kenyataannya ia tidak bisa seperti itu. ketenaran sayang mama dan juga posisi sayang papa membuat dirinya juga ikut tersorot bahkan sekarang juga seperti itu.
selesai bernyanyi Della Aprilia Dewi pun ditanya oleh sang pembawa acara dengan berbagai pertanyaan yang membuat dirinya salah tingkah sendiri apalagi ia bertanya apakah dia tidak keberatan berbagi cinta sama papa dengan mama barunya. tentu saja dalam menjawabnya dengan tepat ia Tentu saja tidak ingin mempermalukan dirinya sendiri Hal itu pun dipertanyakan juga oleh sang pembawa acara kepada kita bagaimana kita nanti akan memperlakukan seorang Della yang notabene adalah anak tirinya.
"Saya rasa hal ini tidak perlu ditanyakan ya karena saya juga memiliki seorang anak seperti juga mas Rio. saya pastinya akan memperlakukan Della seperti saya memperlakukan anak saya sendiri dan begitu juga saya berharap masril akan memperlakukan anak saya seperti anak mas Rio sendiri. jadi tidak ada yang perlu dilakukan untuk hal ini. kami sama-sama memiliki seorang putri dan sama-sama ingin membahagiakan anak kami. Saya harap, mas Rio juga akan membagikan putri saya seperti juga saya akan membahagiakan putrinya dan menyayanginya seperti anak kandung saya sendiri," ujar Gita tersenyum.
acara demi acara berlangsung meriah sangat beruntung sekali malam ini Della hanya disuruh untuk bernyanyi dan tidak untuk berdiri bersalaman dengan para tamu undangan. pukul 11 malam tamu-tamu masih saja banyak dan terus saja naik ke atas panggung dalam menjadi kasihan dengan sang Papa yang sudah terlihat kelelahan itu.
"atas nama tamu undangan harus naik ke atas panggung dan bersalaman sama sang pengantin ya? papa kayaknya udah kecapean tuh?" ucap dela melihat dengan rasa kasihan pada sang papa.
Untung saja sekretaris pribadi Papanya menyadari jika Pak Rio sudah mulai kelelahan karena itulah dia menyuruh sang pembawa acara untuk tidak menyuruh para tamu undangan terus bersalaman kepadanya hanya tamu-tamu penting seperti kolega dan juga yang lainnya saja yang diperbolehkan naik ke atas panggung berfoto dan bersalaman dengan para pengantin.
"Mas Kenapa Mas? udah kecapean ya? temen kita masih banyak nih masa Mas udah mau istirahat?"tanya Gita cemberut.
"Aku duduk saja Gita. mas udah capek. selasa juga mas ada acara penting," kata Rio mengatur nafasnya.
Della menyaksikan sang papa yang sudah duduk dan terlihat kelelahan. ia juga melihat tante Gita jangan berbisik kepada sang papa. Della ingin mendekat Tetapi dia ragu-ragu.
"jangan tumbang di sini Papa. Della juga kecapean banget tapi Papa jangan. papa lebih kuat daripada Della. Ayo dong Papa Jangan kecapekan" ujar Della setengah berbisik.
untungnya pak rio tetap bertahan meskipun harus duduk di kursi pengantin ketika para tamu datang untuk bersalaman dengan dirinya. itu saja Pak Rio kelelahan Bagaimana tidak tamu undangan yang hadir malam itu saja mencapai 15.000 orang itu yang terdata dari banyaknya orang yang menulis nama mereka di buku tamu yang datang.