"Udah, jangan nangis lagi." Arkan mengelus punggung istrinya agar tenang. Kata dokter, hormon kehamilan kadang membuat seseorang ibu lebih mudah tersinggung, marah atau bersedih. Kalau dia pikir lagi memang beberapa kali akhir-akhir ini Najma suka marah atau bersedih di dengan alasan yang remeh. Dia tahu sendiri seperti apa istrinya ini. Perempuan yang usil, suka petakilan dan banyak sekali tingkahnya. Kalau hari biasa, tidak mungkin hanya karena dituduh pelakor, Najma akan sedih atau marah. Paling orang yang mengatainya akan dapat tamparan kalau sudah keterlaluan, atau kata-kata ajaib dari Najma jika hanya sindiran sinis. "Lapar ... huaa!" "Iya, udah nangisnya. Kamu mau makan apa, Mas pesanin." Najma menurut saja saat suaminya membersihkan wajahnya dengan tisu. Dia lalu berpikir ap

