"Ada apa ini?" Semua orang yang ada di kantin menoleh bersamaan mendengar suara dingin itu. Lain halnya dengan Najma yang masih mencebikkan bibirnya dengan tiara berderai di kedua pipinya. "Apa yang sudah kalian lakukan pada nyonya?" tanya lelaki itu datar. Tak ingin memberi kelegaan bagi mereka. Dirinya pasti akan mendapatkan murka dari Bossnya jika sampai istrinya ini lecet sedikit saja. "Nyo-nya?" tanya si lelaki yang ada di samping Najma kebingungan. Sepertinya dia ketinggalan banyak berita. Lain halnya dengan para perempuan yang datang mengganggu dan penjaga kantin. Mereka mendengus tak suka karena asisten orang nomor satu di perusahaan ini membela sang pelakor ditambah dengan sebutan 'nyonya'. Menurut mereka, perempuan pelakor ini tidak pantas dipanggil dengan sopan begitu.

