Bab.18 Pelakor Yumna, sang resepsionis melihat lagi wanita yang beberapa bulan lalu mengaku sebagai istri Boss besar mereka. Dia menyenggol lengan Cahya yang hari ini bertugas dengannya di bagian resepsionis. Mau apa ya tante-tante dengan dandanan wah itu? "Itu bukannya tante-tante yang waktu itu ngaku-ngaku sebagai istrinya pak Arkan bukan sih?" tanya Yumna berbisik pelan agar tidak terdengar telinga Dewi. Cahya yang waktu itu juga menyaksikan pun mengangguk yakin. "Iya. Bener dia orangnya." "Ngapain lagi dia ke sini? Bukannya waktu itu pak Arkan langsung pergi ya habis ketemu Tante itu?" "Iya. Pak Arkan juga nyuruh OB buat ngepel lantai tujuh kali tahu," tambah Cahya menggebu-gebu. "Padahal kan kalau mencuci tujuh kali itu buat benda yang kena air liur ...." "Hust. Nanti orangn

