Chapter 17

2306 Kata

Dua hari sebelumnya...               “Ke mana?”             Keisha memutar bola matanya jengah dan memasukkan potongan sandwich lumayan besar ke dalam mulut. Dikunyahnya dengan gemas roti isi tuna tersebut sambil menatap jengkel ke arah Kenzano yang jelas-jelas mengulum senyum.             Gue sumpahin lo keselek, Ken!             “Lo belum budek, kan, Ken?” tanya Keisha keki. Lagi, dia memasukkan potongan besar roti isi tuna itu ke dalam mulutnya. “Gue mau ke kampus!”             “Setelah apa yang lo alami di atap gedung sama si backstabbing itu?” Kini, suara Kenzano sedikit terdengar tegas. Kuluman senyum itu pun menghilang. Sungguh, Keisha paham kalau Kenzano khawatir padanya. Cewek itu sendiri pun sebenarnya masih merasa was-was kalau harus ke kampus, tapi, hari ini ada kuis. Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN