Acara makan malam itu terasa begitu hangat. Semua orang saling menyumbang obrolan dan tersenyum satu sama lain. Tak jarang, mereka tertawa karena obrolan yang mengarah pada lelucon. Di tempatnya, Keisha dan Kenzano saling tatap. Kedua tangan mereka tergenggam erat di atas meja makan, disaksikan oleh semua orang yang hadir pada acara makan malam tersebut. “Jadi, kapan kalian menikah?” tanya Eve dengan nada menggoda. Sepupu Kenzano itu memainkan kedua alisnya, membuat wajahnya nampak cantik, elegan dan jenaka. Perpaduan yang unik, hingga mampu membuat semua orang terpesona. Menikah? Keisha membatin. Dia menatap Kenzano dan cowok itu semakin mempererat genggaman tangannya. “Kapan pun Keisha siap, gue akan melamar dia.” Itulah jawaban yang diberikan oleh

