Chapter 15

2474 Kata

Tidak mudah keluar dari ruangan yang sudah sangat mirip dengan neraka itu. Untungnya, Keilvan tidak diikat menyatu dengan kursi atau apa pun yang bisa membuatnya susah untuk bergerak. Dia hanya diikat kedua tangannya ke belakang dan juga kedua kakinya. Karena itulah, Keilvan berusaha setengah mati untuk melepaskan ikatan tali tersebut, meski pergelangan tangannya sakit dan memerah akibat luka. Ketika dia menemukan sebuah peniti yang terkait di lengan bajunya entah sejak kapan, yang kemungkinan besar baru dia sadari keberadaannya, Keilvan langsung mencoba membuka pintu yang terkunci dari luar itu. Benar-benar berusaha dan tidak mau menyerah. Sampai akhirnya, harapan itu menjadi kenyataan. Pintu kebebasan terbuka lebar untuknya. Dengan hati-hati, Keilvan mengawasi keadaan sekitar dan me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN