Chapter 19

1288 Kata

Sosok itu diam tak bergerak. Kedua matanya terpejam terlihat seperti sedang tertidur, meskipun kenyataannya, dia tidak tertidur.  Atau, bisa dibilang dia memang tertidur, namun tidak akan pernah terbangun lagi.             Wajahnya terlihat sangat damai. Pucat, tapi terlihat sangat cantik. Bibirnya menyunggingkan sebuah senyum. Tipis dan simpul. Tidak akan ada lagi kesakitan dan kesesakkan yang dia rasakan setelah ini. Selamanya, sosok cantik itu akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan.             Para pelayat, baik itu tetangga maupun teman-teman dari sosok tersebut datang sambil menangis. Tidak pernah menyangka bahwa mereka akan kehilangan cewek itu. Orang yang tadinya periang dan ramah, lantas perlahan berubah menjadi dingin, pendiam dan susah didekati. Meski begitu, semua te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN